in

2.694 Petani Korban Banjir di Pati Dapat Bantuan Benih Padi

Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, didampingi Kepala Dispertan Kabupaten Pati, Niken Tri Meiningrum, menyerahkan bantuan benih padi, untuk petani yang menjadi korban banjir di Pati. (Foto : Patikab.go.id)

 

HALO PATI – Pemerintah Kabupaten Pati, menyerahkan bantuan benih padi, untuk petani korban banjir, di Desa Widorokandang dan Desa Tanjang, belum lama ini.

Bantuan diserahkan oleh Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, didampingi Kepala Dispertan Kabupaten Pati, Niken Tri Meiningrum, di balai desa Widorokandang dan Tanjang.

Dalam kesempatan itu, Henggar mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati beserta jajarannya, yang telah memfasilitasi penyerahan bantuan benih padi, kepada para petani yang terkena musibah banjir beberapa waktu lalu.

“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi para petani untuk meringankan bebannya sehingga dapat beraktivitas dan produktif kembali, mengolah sawahnya untuk ditanami padi,” kata Pj Bupati, seperti dirilis patikab.go.id.

Berdasarkan data yang dilaporkan ke Bupati, bencana banjir di lahan pertanian yang terjadi pada Desember sampai 12 Januari 2023 lalu, telah berdampak pada terendamnya 7.242 hektare lahan pertanian.

Dari lahan seluas itu, 6.641 hektare di antaranya mengalami puso atau gagal panen.

Lahan yang dinyatakan puso, lanjut Henggar, kemudian diajukan untuk mendapatkan bantuan benih padi ke Pemerintah Pusat, melalui Kementrian Pertanian RI.

Pengajuan bantuan tersebut dilakukan melalui mekanisme usulan dari kelompok tani, yang telah diverifikasi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) wilayah binaan.

Lahan yang diusulkan untuk memperoleh bantuan, adalah yang tidak tercakup dalam pelayanan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

“Alhamdulillah usulan bantuan benih padi untuk petani Kabupaten Pati disetujui melalui program bantuan benih bersumber dari Dana APBN TP Tahun 2023, yakni Program BANPEM Benih Usulan yg telah memenuhi syarat dan disetujui seluas 2.694 hektar dengan jumlah benih yg diterima sebanyak 67.350 kg atau dialokasikan sebanyak 25 kilogram per hektare,” terangnya.

Dengan diserahkannya bantuan ini, lanjut Pj Bupati, diharapkan petani segera menanam benih yang diterima, dan bantuan tersebut juga tidak boleh diperjualbelikan atau melakukan bentuk penyimpangan lainnya karena perkembangan penanaman benih tersebut

harus dilaporkan dengan foto open camera melalui aplikasi si-pdps, sehingga benih yang ditanam akan terpantau.

Bantuan benih pun, menurutnya, telah didistribusikan sebagian ke masing-masing lokasi, yang terdiri dari 5 kecamatan, 41 desa, 93 kelompok tani dan 2.694 petani.

Karena bencana banjir sering terjadi di wilayah Kabupaten Pati, khususnya di wilayah sepanjang sungai Juwana, maka petani diharapkan mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) agar kerugian petani akibat risiko banjir, kekeringan atau serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dapat terlindungi melalui pertanggungan asuransi.

“Sekali lagi saya selaku pemerintah Kabupaten Pati berharap bantuan benih ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga

dapat sedikit meringankan beban para petani yang mengalami kerugian akibat musibah banjir,” kata dia. (HS-08)

Tampil Bareng CEO PSIS, Wali Kota Semarang Apresiasi Kepedulian Sosial Panser Biru

Ancam Tindak Tegas, Polda Jateng Minta Warga Tak Lakukan Perang Sarung