HALO KENDAL – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kendal, Abdul Wahab menerima penghargaan dalam Malam Penganugerahan Abdi Nagari Award 2025, yang dilaksanakan di Noormans Hotel Semarang, pada Jumat (12/12/2025).
Penganugerahan Abdi Nagari Award 2025 merupakan ruang apresiasi bagi mereka yang menghadirkan inovasi, terobosan, dan dedikasi dalam pelayanan publik.
Wahab menerima penghargaan bersama 33 aparatur sipil negara (ASN), terdiri dari tiga kategori besar, yaitu Abdi Pendidikan dan Kesehatan (11 penerima), Abdi Hukum dan Pelayanan Umum (12 penerima), serta Abdi Pengelolaan Pemerintahan (10 penerima).
Penghargaan yang ia terima adalah katagori Inovator Tata Kelola Fiskal dan Optimalisasi Pendapatan Daerah.
Wahab mengaku bangga menerima penghargaan dan merasa tersentuh atas penghargaan yang diberikan, serta menyampaikan terima kasih kepada media selaku penyelenggara.
“Penghargaan merupakan bentuk pengabdian terbaik, yang hadir dari ketulusan dan keberanian berinovasi. Ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus berinovasi demi masyarakat,” ungkapnya, saat ditemui di ruang kerja, Selasa (16/12/2025).
Selain Wahab, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Kendal, Cicik Sulastri juga menerima Penghargaan Abdi Nagari Award 2025.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, dalam sambutannya mengatakan, penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi, inovasi dan inspirasi dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai ASN di Jawa Tengah.
“Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian eksternal yang objektif. Mudah-mudahan menginspirasi ASN yang lain untuk lebih banyak beraktivitas dalam melayani masyarakat dengan baik,” ujar Sumarno.
Sumarno mengakui, saat ini masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh para ASN, antara lain harus bisa memberikan contoh kepada masyarakat, dengan berperilaku yang baik.
“Jangan sampai apa yang dilakukan ASN bertolak belakang dengan harapan masyarakat,” pesannya.
Tantangan lain, kata Sumarno, terkait perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi. Sehingga, pada era digitalisasi, pelayanan juga sudah harus mengarah pada teknologi informasi.
“Perlunya edukasi dan capasity building dari teman-teman ASN agar bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” tandas dia.
Sumarno juga menekankan tanggung jawab ASN adalah melayani masyarakat. Oleh karenanya, dibutuhkan inovasi agar pelayanan lebih cepat, lebih mudah dan lebih berkualitas.
Pihaknya juga mengingatkan revolusi mental bagi para ASN, dengan menyadari bahwa pegawai negeri adalah abdi masyarakat. Sehingga harapan dari rakyat pelayanan yang diberikan adalah yang terbaik dan maksimal. (HS-06)


