HALO KENDAL – Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Kendal melalui Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen PNF) beberapa waktu lalu menggelar pelantikan 17 Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Kendal, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal.
Mereka dilantik oleh Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PNF Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Tengah, Karnadi Hasan didampingi Ketua PD Muhammadiyah Kendal, Ikhsan Intizam, dan Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Kendal, Inu Indarto. Sedangkan pembacaan Surat Keputusan atau SK oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen PNF PDM Kendal, Sutadi.
Ketua Majelis Dikdasmen PNF PD Muhammadiyah Kendal, Inu Indarto mengatakan, pelantikan 17 kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah sebagai hadiah terindah karena dilaksanakan di penghujung tahun 2023. Pelantikan diharapkan mampu memotivasi kepada seluruh kepala sekolah untuk lebih mengembangkan dan memajukan amal usaha yang dipimpinnya.
“Menghadapi tahun 2024 yang tidak lama lagi, merupakan tahun tantangan bagi sekolah Muhammadiyah. Tantangan yang dihadapi oleh seorang kepala sekolah menghadapi tahun baru dapat meliputi berbagai aspek. Seperti manajemen sekolah, perubahan kebijakan pendidikan, teknologi informasi, dan pengembangan profesional,” ujarnya seperti ditulis dalam rilis, Jumat (29/12/2023).
Inu Indarto juga berharap dalam menghadapi tantangan tersebut seluruh kepala sekolah/madrasah Muhammadiyah bekerjasama, berkolaborasi sesama kepala sekolah, Majelis Dikdasmen PNF dan PCM setempat.
Sementara, Ketua PD Muhammadiyah Kendal, Ihsan Intizam mengakui sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Kendal beragam kondisinya, belum semuanya menunjukkan kemajuan yang maksimal. Untuk itu dirinya meminta kepada setiap kepala sekolah Muhammadiyah di Kendal, untuk nyekrup dengan PCM setempat karena kunci kemajuan lembaga pendidikan Muhammadiyah salah satunya berkolaborasi dengan PCM.
“Kepala sekolah Muhammadiyah harus sering-sering berkumpul dengan PCM untuk mendiskusikan suatu masalah atau permasalahan guna memahami strategi memajukan sekolah Muhammadiyah. Kepala sekolah harus sering hadir di setiap kegiatan Muhammadiyah di cabangnya,” harap Ikhsan.
Sedangkan Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PNF PW Muhammadiyah Jawa Tengah, Karnadi Hasan dalam arahannya mengingatkan, siapapun yang bekerja di AUM harus taat kepada Khittoh Perjuangan Dakwah Muhammadiyah.
“Pelaksanaan Khittah Perjuangan dalam bidang pendidikan dengan menyempurnakan organisasi dan merapikan administrasi, memperbanyak amal dan mempertinggi mutunya, serta menjiwai pribadi anggota dan pimpinan dengan memperdalam tauhid, menyempurnakan ibadah, mempertinggi akhlak, dan memperluas ilmu pengetahuan,” bebernya.
Karnadi juga memahami, amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen PNF dan pelaksananya adalah kepala sekolah/madrasah.
“Keberhasilan dan kemajuan sekolah Muhammadiyah tidak bisa dibangun oleh seorang diri. Sampaikan apa yang menjadi permasalahan di sekolahan sebagai wujud kepedulian untuk dicarikan solusi yang tepat,” ujarnya.
Karnadi Hasan yang juga dosen UIN Wali Songo Semarang berharap, peran kepala sekolah Muhammadiyah tidak hanya sebatas menyusun perencanaan, mengorganisir, mengarahkan, mengkoordinasikan dan melakukan evaluasi, menyelenggarakan administrasi dan supervisi saja.
“Namun lebih dari itu kepala sekolah berperan sebagai marketing, sebagai mubaligh atau mubalighot di masyarakat dalam rangka mempromosikan sekolah yang dipimpin,” imbuhnya.
Hadir dalam pelantikan diantaranya organisasi otonom tingkat daerah Kendal, sejumkan ketua PCM di Kabupaten Kendal, dan Kemenag Kabupaten Kendal yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam, Mukhamad Muslikhan. (HS-06)