in

Mengaku Diperas Terkait Dugaan Pemotongan PIP, Kepala SD di Kendal Lapor Polisi

Ilustrasi
HALO KENDAL – Kepala Sekolah Dasar (SD) di Weleri, Kabupaten Kendal melaporkan kepada kepolisian atas dugaan pemerasan yang dilakukan tiga oknum yang mengaku sebagai wartawan dan anggota LSM, pada Sabtu (8/6/2024).

Dari informasi yang didapat, pelaporan berawal dari ketiga oknum mendatangi sekolah dan menanyakan masalah dana Program Indonesia Pintar (PIP) kepada kepala sekolah. Ketiganya menuding pihak sekolah diduga melakukan pemotongan dana PIP.

Dugaan pemerasan terjadi manakala ketiga oknum miminta uang kepada kepala sekolah sebanyak Rp 6 juta, sembari mengancam apabila tidak diberi uang maka akan menyebarkan ke media dan melapor ke Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, serta akan membawa ke ranah hukum.

Diduga merasa diancam, maka kepala sekolah hanya mampu memberi uang sebesar Rp. 4,5 juta. Namun akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian karena merasa diperas.

Kemudian oknum yang mengaku wartawan dan anggota LSM diamankan warga dan petugas Polsek Weleri saat hendak meninggalkan sekolah. Setelah ketiga oknum diamankan di Polsek Weleri kemudian dilimpahkan ke Polres Kendal.

Pemeriksaan kepada pihak pelapor dan terlapor di Polres Kendal berlangsung sejak Sabtu sore (8/6) hingga Minggu dinihari (9/6).

Salah satu guru yang enggan disebut namanya saat di Polres Kendal membenarkan, ketiga oknum mendatangi sekolah untuk menanyakan terkait dugaan pemotongan dana PIP.

Menurut guru tersebut, pihak sekolah tidak mungkin melakukan pemotongan dana PIP, karena PIP disalurkan melalui rekening masing-masing penerima.

“Ya menurut mereka (ketiga oknum), pihak sekolah melakukan pemotongan dana PIP. Padahal PIP itu kan itu by name. Jadi dikirim ke penerima langsung bukan lewat sekolah,” ujarnya.

Sementara salah satu oknum menyangkal telah melakukan tindak pemerasan. Dirinya berdalih, apa yang dilakukan sesuai dengan kesepakatan dengan pihak sekolah.

“Ini di rekaman ada, tidak ada kata-kata pemerasan seperti itu,” ujarnya, saat menunggu pemeriksaan.

Terpisah, Kepala Disdikbud Kendal, Ferinando Rad Bonay saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat whatsapp mengaku, sudah mendapat laporan terkait kejadian.

“Iya, saya sudah dapat laporan ada kejadian di salah satu SD di Weleri. Tapi kejadian persisnya saya belum tahu detailnya, cuma infonya tiga orang tersebut telah diamankan Polsek Weleri,” ujarnya.

Ferinando yang saat ini berada di luar kota menambahkan, rencana pihaknya akan mencari info detail terkait masalah tersebut. “Nanti sepulang dari luar kota kita cari info detail,” imbuhnya. (HS-06)

Jaga Kelestarian Air, Jasa Tirta I Gelar Patroli di Bengawan Solo Wilayah Hulu 

Polri Bakal Tindak Bus Pariwisata Tak Laik Jalan yang Nekat Beroperasi