HALO KENDAL – Wakil Bupati (Wabup) Kendal, Windu Suko Basuki membagikan ratusan paket beras cadangan pangan dari Dinas Pertanian dan Pangan kepada orang tua balita untuk upaya penanganan dan pencegahan stunting yang dilaksanakan di Puskesmas Brangsong 2, Rabu (1/2/2023).
Hal tersebut dilakukan, untuk mencegah meningkatnya angka stunting yang saat ini tercatat ada 136 balita terpapar stunting di Kecamatan Brangsong.
Acara juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, Sekretaris Dinas Kesehatan Kendal, Parno, Forkopimda Brangsong dan Kepala Puskesmas Brangsong 2 beserta jajaran, serta ibu-ibu dan balita dari wilayah Kecamatan Brangsong.
Wabup yang akrab disapa Pakde Bas tersebut dalam sambutannya mengatakan, salah satu masalah kesehatan yang sedang menjadi perhatian serius pemerintah adalah stunting.
“Stunting terjadi ketika anak mengalami gangguan tumbuh kembang yang dialami akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai,” ujarnya.
Untuk itu Wabup mengingatkan kepada orang tua balita di Kendal untuk selalu memperhatikan gizi anaknya. Hal tersebut salah satu upaya untuk mencegah stunting.
“Bicara soal anak, bicara soal gizi anak, kita sebagai orang tua, ibarat kepala jadi kaki, kaki jadi kepala. Jadi kita harus berusaha untuk memperhatikan gizi anak kita. Makanan gizi itu tidak mahal kok, dan bisa terjangkau. Ada telur, ikan kembung, ikan lele, tempe dan makanan lainnya, itu terjangkau,” tandasnya.
Sementara Pandu Rapriat Rogojati mengatakan, cadangan pangan yang disalurkan merupakan beras yang diperuntukkan dalam kondisi tertentu. Baik terkait gizi buruk, maupun dampak bencana.
“Total cadangan pangan kita untuk satu tahun ada 40 ton dan itu tidak hanya untuk gizi buruk, gizi kurang maupun stunting, tetapi juga untuk kondisi tertentu yang mendesak dan bencana,” terangnya.
Untuk itu, lanjut Pandu, pihaknya menjadwalkan sepuluh kali penyaluran bersama Wabup Kendal. Baik secara langsung ke lokasi yang terdampak maupun secara simbolis.
“Untuk daerah rawan, Brangsong juga termasuk. Karena stuntingnya sendiri ada 136 kepala keluarga, dan ini yang masuk dalam pengawasan kita. Sedangkan untuk gizi kurang sebanyak 25 kepala keluarga, gizi buruk sebanyak 27 kepala keluarga,” bebernya.
Sedangkan Parno menambahkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan anak mengalami stunting, mulai dari kurangnya asupan nutrisi dari ASI dan MPASI hingga sanitasi yang buruk.
Namun, lanjut Gus Parno sapaan akrabnya, ada banyak cara yang bisa dilakukan orang tua balita untuk mencegah stunting dan menjaga kesehatan anak sesuai dengan usianya.
“Salah satunya dengan memberikan asupan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, nutrisi penting juga diperlukan anak untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya,” ujar Ketua KNPI Kendal tersebut.
Sedangkan salah satu orang tua balita stunting Eka, warga Desa Purwokerto, Brangsong, merasa bersyukur mendapat perhatian dari Pemkab Kendal.
“Respon Pemerintah Kabupaten Kendal sangat bagus. Alhamdulillah saya dapat paket beras cadangan pangan dan tadi juga dapat santunan langsung dari Pakde Bas,” ungkapnya. (HS-06).