in

135 Ribu Siswa Daftar Kompetisi Sains Madrasah 2022

Direktur KSKK Madrasah M Isom Yusqi. (Foto : Kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Sebanyak 135.129 siswa madrasah, dari tingkat MI hingga MA, telah mendaftarkan diri untuk mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM).

“Alhamdulillah, tahun ini siswa madrasah yang mendaftar KSM naik. Total mencapai 135.129 pendaftar, hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya,” kata Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, M Ishom Yusqi di Jakarta, Kamis (11/8/2022).

Pendaftaran KSM dibuka sejak 13 – 26 Juli 2022, melalui laman ksm.kemenag.go.id, untuk tiga jenjang, MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMA. Sampai penutupan, ada 42.398 peserta tingkat MI/SD, 48.728 peserta tingkat MTs/SMP dan 43.981 peserta tingkat MA/SMA.

“KSM akan digelar secara berjenjang, sejak dari tangkat kabupaten / kota, provinsi, hingga nasional. Tahun ini seluruh jenjang akan digelar secara luring dan pada tingkat nasional, dan DKI Jakarta akan menjadi tuan rumah,” kata dia, seperti dirilis kemenag.go.id.

“Untuk tingkat kabupaten dan kota, KSM akan digelar secara serentak pada 13 sampai 15 Agustus 2022 secara luring,” jelasnya.

Uji Coba

Sebagai langkah persiapan, Direktorat (KSKK) Madrasah menggelar simulasi ujian Computer Based Test (CBT).

Isom Yusqi menyatakan, simulasi dilakukan agar peserta terbiasa dengan fitur aplikasi yang digunakan di KSM.

Sehingga, mereka diharapkan dapat memaksimalkan potensinya dalam mengikuti kompetisi.

“Simulasi sebagai latihan dan pembiasaan, sekaligus memastikan kesiapan infrastruktur di berbagai daerah,” terang Isom.

Dijelaskan Isom, simulasi digelar selama tiga hari, 9 – 11 Agustus 2022. Hari pertama, simulasi berlangsung untuk enam mata uji jenjang MA/SMA, yaitu: Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi dan Geografi.

Hari kedua, simulasi untuk jenjang MTs/SMP dengan mata uji Matematika, IPA Terpadu dan IPS Terpadu.

Hari terakhir, simulasi untuk jenjang MI/SD dengan mengujikan  Matematika dan Sains IPA.

Simulasi dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten dan kota se-Indonesia. Simulasi berlangsung secara luring dengan dua pilihan lokasi, sesuai kebijakan Kantor Wilayah Kemenag provinsi.

Sebagian dipusatkan di satu tempat di kabupaten atau kota, sebagian lagi di masing-masing satuan pendidikan kabupaten atau kota.

Ketua Tim Pelaksana KSM 2022, Nanik Pujiastutik menambahkan, untuk memudahkan peserta, aplikasi CBT KSM dirancang lebih fleksibel. Pelaksanaan tahun ini secara luring dengan tujuan memperkuat fungsi pengawasan.

“Para pengawas juga dapat langsung membantu peserta di lapangan jika terdapat gangguan teknis atau jaringan,” ujar Nanik.

Komite Pusat KSM Ahmad Hanif Asyar menyampaikan, secara umum simulasi berjalan lancar.

Rata-rata tingkat partisipasi peserta di atas 90 persen. Masih ada kendala listrik padam di beberapa lokasi, namun bisa diatasi.

Panitia pusat memberikan kebijakan memperpanjang waktu simulasi bagi peserta yang terkendala sampai pukul 19.00 WIB. (HS-08)

Tim Inafis Polres Sragen Evakuasi Pekerja Pabrik yang Meninggal Tersangkut Mesin Konveyor

Dianggarkan Rp 9 Miliar, Jembatan Kali Bulanan Ditinggikan dan Diperpanjang