in

11.527 UMKM di Jepara Telah Ber-NIB

Temu Usaha PMA dan PMDN dengan UMKM di Jepara, di Aula OPD bersama. (Foto : jepara.go.id)

 

HALO JEPARA – Jumlah usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Jepara, harus berbanding lurus dengan banyaknya lapangan pekerjaan. Dengan demikian UMKM juga memiliki andil besar dalam penyerapan tenaga kerja.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jepara, Heri Yulianto dalam acara temu usaha (matchmaking) pelaku UMKM dengan perusahaan besar, di aula Sultan Hadlirin Gedung OPD Bersama, Selasa (30/8/2022).

Kegiatan itu diikuti 25 UMKM serta 18 perusahaan besar, yang terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Lebih lanjut Heri Yulianto mengatakan UMKM merupakan pilar penting dalam perekonomian di Jepara.

Maka dari itu dengan adanya matchmaking tersebut, dia berharap dapat membawa dampak positif bagi pemulihan ekonomi di Jepara.

Menurutnya, dari data Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara, jumlah UMKM di Jepara sebanyak 80.966. Jumlah serapan tenaga kerjanya mencapai 213.485 orang.

“Kami berharap dengan adanya PMA di Jepara, dapat menggandeng dan menyerap tenaga kerja dari pelaku UMKM,” kata dia, seperti dirilis jepara.go.id.

Lebih lanjut, Heri Yulianto menyebut Jumlah Nomor Induk Berusaha (NIB) yang terbit melalui Online Single Submission (OSS) DPMPTSP kategori skala usaha Mikro, Kecil dan Menengah untuk tahun 2018 terdapat 120 NIB-UMKM.

Jumlah itu meningkat lagi pada tahun 2019, yang mencapai 1.355 NIB-UMKM.

Pada 2020, penerbitan NIB-UMKM menurun, yakni hanya 606.

Namun pada 2021, jumlahnya melonjak tajam hingga mencapai 6.899 NIB-UMKM.

Adapun hingga Juli tahun ini, penerbitan NIB-UMKM masih tetap tinggi, yakni mencapai 2.547 NIB-UMKM dan hingga kini sebanyak 11.527 UMKM atau setara 14,23 persen, telah ber-NIB.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekda Jepara, Mudrikatun dalam paparannya menyampaikan UMKM Jepara harus bangkit. Terlebih saat ini perekonomian mulai bergeliat untuk maju.

Dia menyebut tingkat pengangguran perbuka (TPT) di Jepara Agustus 2021 sebesar 4,23 persen atau sebanyak 29.076 orang. Angka ini turun 2,47 persen poin, dibandingkan dengan Agustus 2020.

Jumlah angkatan kerja pada Agustus 2021 sebanyak 687.284 orang, bertambah 7.377 orang dibanding Agustus 2020.

Dengan adanya matchmaking, tujuannya untuk meningkatkan pendapatan UMKM serta memberikan kemudahan izin dan kerja sama matchmaking dengan perusahaan besar.

“Mari kita bergerak bersama untuk membangun konektivitas demi kemajuan UMKM Jepara. Mudah-mudahan ini awal kebangkitan kita, demi kesejahteraan masyarakat Jepara,” tuturnya.

Acara tersebut dihadiri Pj. Bupati Jepara Edy Supriyanta sebagai narasumber yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekda Mudrikatun, Kepala DPMPTSP Heri Yulianto, serta Yohanes Candra Wijaya Tim Analis Kredit Produktif Bank Jateng Cabang Jepara. (HS-08)

Polda Jateng Pastikan Tak Ada Tempat Judi Kasino di Dekat Akpol Semarang

Hadiri HUT SMPN 1 Kunduran, Bupati Blora Puji Kain Ecoprint Karya Siswa