HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal mengapresiasi digelarnya “Science Fair” dalam rangka Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) oleh Sekolah Dasar (SD) Universal Ananda Purwokerto, Patebon, Kendal, Jumat (15/12/2023).
Hal itu disampaikan Sekda Kendal, Sugiono di sela-sela menghadiri acara. Diungkapkan, pihaknya merasa takjub dan mengapresiasi adanya kegiatan Science Fair yang digelar SD Universal Ananda Kendal.
“Luar biasa, jadi kelasnya SD sudah bisa mengadakan Science Fair. Saya terkesima, anak-anak SD sudah memiliki kreativitas yang tinggi. Ternyata setelah saya lihat, kuncinya adalah di pembelajarannya, yaitu anak-anak diajarkan dengan kondisi yang senang dan bahagia. Sehingga dengan kondisi itu bisa muncul kreativitas-kreativitas, dan kita lihat tadi karya-karya siswa,” ungkapnya.
Hal tersebut menurut Sugiono, selaras dengan salah satu empat pilar pembangunan Pemkab Kendal dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing dan berkualitas dalam menghadapi era 4.0.
“Kami selalu mendukung dan berharap untuk sekolah di Kabupaten Kendal seperti ini. Jadi kreativitas dimunculkan sejak dini. Sehingga, dengan adanya kegiatan Science Fair ini bisa mengembangkan minat dan bakat anak didik dalam hal dunia science,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu siswa SD Universal Ananda, Farissa Lituhayu Atmariani mengaku dirinya bersama teman-temannya membuat kreasi sabun yang berbahan dasar dari kulit buah jeruk, apel dan buah peer.
“Caranya yaitu kupas kulit buah jeruk atau apel, peer yang ditaruh di dalam ember dengan dicampur gula merah dan air. Setelah itu diaduk-aduk sampai merata, kemudian ember yang berisi campuran tersebut ditutup dan diplester dengan lakban. Setelah itu ditunggu selama tiga bulan atau 90 hari untuk proses fermentasi, selanjutnya bisa dimanfaatkan,” beber siswa kelas IV tersebut.
Humas SD Universal Ananda, Arvinda Nugrahaningtyas mengatakan, kegiatan Science Fair digelar, selain untuk P5 juga deklarasi Sekolah Ramah Anak untuk SD Universal Ananda Kendal. Dijelaskan, dalam kegiatan Science Fair terdapat 11 stan, yang diikuti dari perwakilan mulai kelas I hingga kelas VI.
“Science Fair kita angkat berdasarkan dari bakat, minat dari peserta didik untuk menggali minat mereka. Dimana masing-masing anak memiliki bakat sendiri dan mempunyai kemampuan tersendiri,” ujarnya didampingi pengajar, Miss Comsyatun.
Karena menurutnya, seluruh siswa di SD Universal Ananda adalah istimewa. Sehingga difasilitasi keingintahuannya dengan cara mendorong para siswa secara berkelompok untuk bekerja sama, sesuai program P5 dan untuk menemukan solusinya.
Arvinda berharap, dengan adanya Science Fair tersebut, para siswa SD Universal Ananda merasa terapresiasi atas proses pembelajaran yang dijalani. Apapun tahapannya, apapun prosesnya, pihaknya selalu dihargai.
“Kita juga undang orang tua sebagai salah satu support system di rumah, karena pendidikan itu harus terintegrasi di sekolah dan di rumah. Jadi anak-anak heppy, orang tua juga heppy dan tahu bahwa anak-anaknya terfasilitasi dengan gembira sesuai dengan kemampuan dan keingintahuannya,” ungkap Arvinda.
Beberapa kreasi yang ditampilkan para siswa dalam Science Fair diantaranya maket penerangan di pemukiman dan jalan, miniatur gunung meletus, proses pembuatan makanan dan minuman, perawatan tanaman dan sebagainya. (HS-06)