
HALO SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta bantuan kalangan jurnalis untuk turut menangkal berita hoax soal Covid-19. Alasannya, karena berita hoax yang beredar membuat warga panik dan ketakutan.
Hal tersebut disampaikan Hendi, panggilan akrab Wali Kota Semarang saat menerima bantuan wastafel portabel dari Pertamina dan Baznas Kota Semarang, di Balai Kota, Rabu (1/4/2020).
“Saat ini saya butuh bantuan teman-teman wartawan untuk meminimalisir berita hoax soal Covid-19. Karena saat ini semua orang dengan gampangnya kirim informasi tanpa disaring dulu. Maka temen-temen harus selalu mengupdate hal-hal yang memang benar-benar real dan informasi yang mampu mengedukasi masyarakat, supaya tidak panik tapi juga tetap mawas diri,” pinta Hendi.
Lebih lanjut Hendi mengatakan, dalam penanganan Covid-19 di Kota Semarang banyak masyarakat yang peduli, BUMN, relawan dan lainnya turut membantu penanganan Covid-19.
“Partisipasi masyarakat dalam penanganan Covid-19 sangat bagus. Salah satunya Pertamina kerja sama dengan Baznas Kota Semarang melakukan penyemprotan ke pondok-pondok pesantren, mushala, masjid, panti asuhan dan lainnya,” terang Hendi.
Selain itu, Pertamina juga memberdayakan UMKM binaanya untuk membagikan sembako di wilayah lingkungan Pengapon dan bersama Baznas Kota Semarang membantu wastafel portabel yang akan ditempatkan di 16 titik fasilitas publik.
“Wastafel portabel ini akan kami tempatkan di 16 titik publik, titik keramaian seperti pasar. Hal ini supaya masyarakat lebih mudah untuk cuci tangan,” ujarnya.
Bantuan wastafel portabel juga sudah dilengkapi dengan tandon air, sabun antiseptik dan tisu, sehingga masyarakat bisa selalu menjaga diri dengan cuci tangan pakai sabun.
Upaya yang paling penting dalam penanganan Covid-19 ini, masyarakat bisa mengurangi aktivitasnya lebih baik di rumah saja.
“Atau yang mempunyai kelebihan rejeki membantu sembako, bantu wastafel portable, bantu pembelian APD dan banyak hal lagi,” tambah Hendi.
Disinggung pembatasan aktifitas berskala besar, Hendi menegaskan saat ini belum diperlukan pembatasan dengan daerah-daerah yang lain.
“Yang kami lakukan hari ini meminimalkan interaksi atau mobilitas masyarakat, misalnya beberapa jalan protokol kami tutup sampai pagi. Kami juga menggerakkan warga-warga di kampung, Pak RT dan Pak RW untuk memasang portal. Artinya kalau warga sendiri bisa buka tutup tapi kalau ada orang luar kan pasti akan ditanya,” ujarnya.
Ketua Baznas Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara menambahkan, sebagai lembaga amil zakat infaq dan shodaqoh, pihaknya berkolaborasi dengan semua elemen yang ada di Kota Semarang.
“Kali ini kami bekerja sama dengan Pertamina. Hal-hal yang sudah dikerja samakan antara lain, menyemprot Panti Asuhan, tempat ibadah, pesantren yang hingga hari ini hampir 100 lokasi,” ujar Arnaz.
Tidak berhenti sampai disitu, kolaborasi selanjutnya adalah membuat wastafel portabel untuk cuci tangan yang akan ditempatkan di 16 titik. Rata-rata di tempat publik khususnya di pasar.
“Kemudian nanti Pertamina dan Baznas juga membagikan sembako ke masyarakat,” tandas Arnaz.
Unit Manager Pertamina, Ana Yudhiastuti menambahkan, pihaknya juga menggandeng Dishub Kota Semarang untuk pemasangan Hand Sanitizer di 200 unit BRT.
“Selain itu kami juga membantu mitra binaan kami yang pasti kena dampaknya juga. Kami ambil produknya mereka dan kami berikan ke masyarakat sesuai dengan arahan Wali Kota Semarang,” tambah Ana.(HS)