in

Wabup Kebumen Ajak Masyarakat Mulai Konsumsi Cabai Kering

Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah, menghadiri tarawih bersama dan silaturahmi di Masjid Nurul Huda, Desa Kaibon Kecamatan Ambal, baru-baru ini. (Foto : kebumenkab.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Pemkab Kebumen mengajak masyarakatnya untuk membiasakan diri mengonsumsi cabai kering.

Pasalnya cabai kering dianggap bisa menjadi solusi saat harga cabai melonjak seperti saat ini.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah, usai melaksanakan tarawih bersama dan silaturahmi di Masjid Nurul Huda, Desa Kaibon Kecamatan Ambal, baru-baru ini.

Ia mengatakan, penggunaan cabai kering selain lebih murah, mudah membuatnya, juga bisa menjaga stabilitas harga cabai di tingkat petani.

“Cara membuatnya pun tidak susah, dibandingkan dengan cabai segar, cabai kering umumnya lebih awet disimpan selama berbulan-bulan, tanpa mengurangi rasa,” ujar Zaeni, seperti dirilis kebumenkab.go.id.

Zaeni menyebut, Kebumen termasuk daerah yang banyak menghasilkan cabai. Untuk itu pemanfaatan cabai kering secara massal dianggap tepat.

Pemkab akan memfasilitasi peralatan proses pembuatan cabai kering. Bahkan telah menjalin kerja sama dengan PT JTAB yang siap menampung cabai kering dari Kebumen.

“Cabai ini salah satu komponen yang menyebabkan inflasi, untuk komoditas ini perlu kita kelola dengan baik agar bagaimana masyarakat bisa tetap mengkonsumsi dengan harga yang stabil,” terang Zaeni.

Pada kesempatan tersebut, Zaeni terus mengajak kepada semua masyarakat menyatukan gerak langkah, bersatu menjadikan Kebumen lebih maju.

Di tengah efisiensi anggaran di semua daerah, maka pihaknya perlu dukungan atau kerjasama dari semua pihak.

“Seperti peribahasa mengatakan “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing” yang artinya beban atau tanggung jawab yang dikerjakan bersama-sama akan terasa lebih ringan dan mudah,” ucapnya.

Tak lupa, ia berpesan kepada para orang tua untuk menjaga pergaulan serta penggunaan HP anak- anaknya.

Karena di era teknologi informasi ini, anak-anak yang tidak diawasi bisa terjebak pada lingkaran yang salah, seperti judi online, pornografi dan lain-lain. (HS-08)

Manfaatkan Waktu Ramadan, Day Care PD Aisyiyah Boyolali Gelar Pesantren Birrul Walidain

Bupati Batang Batasi Jam Operasional Minimarket