in

Usung Isu Pesisir dan Inklusivitas, Festival Pituturan Kendal Putaran Ke-5 Digelar di Dua Tempat

Festival Pituturan Kendal putaran kelima di Kecamatan Kota Kendal.

HALO KENDAL – Festival Pituturan Kendal telah menginjak putaran ke-5, yang digelar beberapa waktu lalu di dua tempat, yaitu rumah Limasan Mbah Wali Hadi dan di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kendal. Kegiatan di dua tempat tersebut menggulirkan isu pesisir dan inklusivitas melalui berbagai kegiatan yang dimunculkan.

Di Rumah Limasan Mbah Wali Hadi, digeber Diskusi Budaya Pesisir dan Sungai Kendal. Diskusi diisi dua nara sumber berpengalaman, budayawan Paox Iben Mudhaffar dan seniman Gembong Sapto Nugroho.

Dalam pemaparannya, Paox Iben Mudhaffar yang dikenal sebagai Pengasuh Ndalem Wongsorogo berharap, kegiatan bisa menjadi ajang untuk kembali memikirkan tentang masa depan peradaban dan upaya menghidupkannya, khususnya di wilayah pesisir. Menurutnya, sejarah mencatat, tidak ada peradaban besar yang lahir tanpa sungai.

Senada disampaikan Gembong Sapto Nugroho yang berharap melalui forum dapat memunculkan pemikiran baru dan menjadi solusi bagi berbagai permasalahan terkait kebudayaan.

Kegiatan dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seperti Musik Keroncong dari SMA Negeri 2 Kendal, Dalang Cilik Diwan Galih Bicram, Drama Musikal kolaborasi Teater Atmosfer dan Teater Tujuh, serta Kethoprak Babad Kalibuntu.

Selain pertunjukan, dengan semangat inklusivitas, terdapat juga Workshop Kreatif: Kreasi Tie-Dye oleh Kendal Berkain bersama Nourdoa Sam dan Aksi Modeling Anak-anak dari Sanggar Gagah Wiraga, serta Pameran Lukisan Inklusif yang digelar di Perpusda Kendal.

Pameran lukisan diisi berbagai karya seniman lukis yang berasal dari kalangan anak-anak, perempuan, dan disabilitas. Tidak hanya lukisan, dalam pameran tersebut juga dipamerkan berbagai foto dokumentasi masa kolonial di Kendal.

Ketua Festival Pituturan, M Yusril Mirza menyampaikan, isu inklusivitas sangatlah sesuai dengan tema “Gebyok Kali” yang diusung di Kecamatan Kota Kendal.

Dijelaskan, tradisi gebyok kali merupakan kearifan lokal masyarakat pesisir Kendal, yaitu mencari ikan di musim kemarau ketika sungai surut. Sehingga memberikan gambaran adanya upaya melawan keterbatasan dengan mengerahkan segala potensi diri dan kreativitas.

“Hal inilah yang ingin diangkat pada putaran kali ini, agar menampilkan unsur inklusivitas di titik Kendal sebagai pengingat untuk saling menghargai setiap potensi diri masing-masing,” jelas Yusril Mirza.

Kegiatan juga turut menghadirkan Rodhi Makhfur sebagai pengisi Diskusi Seniman Disabilitas. Seniman yang telah mengikuti berbagai pameran hingga ke Jepang ini, menyuarakan kebanggaannya karena bisa dilibatkan dalam acara festival, termasuk karya lukisannya yang turut dipamerkan.

“Ini menjadi kegiatan pertama saya setelah beberapa bulan lalu di Kendal, dan semoga bisa memberikan inspirasi ke berbagai kalangan untuk lebih peduli terhadap isu inklusivitas dan disabilitas,” ungkap Rodhi Makhfur.

Pemutaran dan Diskusi Film bertema Inklusif menjadi penutup Festival Pituturan Kendal putaran kelima kali ini.

Festival Pituturan Kendal rupanya mendapat apresiasi dari berbagai pihak yang hadir, mulai dari masyarakat sekitar lokasi kegiatan hingga berbagai dinas terkait, seperti Dinarpus dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kebupaten Kendal.

Festival Pituturan Kendal merupakan kegiatan festival kebudayaan dengan konsep kerakyatan, yang diinisiasi tiga komunitas seni budaya yang ada di Kendal, yakni Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK), Kendal Heritage, dan Kaumloka Film.

Rangkaian Festival Pituturan Kendal digelar selama tujuh pekan di tujuh kecamatan di Kabupaten Kendal, mulai akhir Juni hingga Agustus 2024.

Kecamatan Limbangan menjadi lokasi pertama Festival Pituturan Kendal, disusul gelaran kedua di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Curug Sewu, Kecamatan Patean. Kemudian gelaran ketiga di Sanggar Rejo, Kecamatan Pageruyung.

Selanjutnya putaran keempat dihelat di Situs Candi Bototumpang, Kecamatan Rowosari, dan putaran kelima di Rumah Limasan Mbah Wali Hadi dan Perpusda Kendal.

Festival Pituturan Kendal putaran keenam akan dihelat di Gapura Pungkuran, Kecamatan Kaliwungu, 3-4 Agustus 2024, dan putaran terakhir di Bangunan Cagar Budaya Eks-Kawedanan Boja, Kecamatan Boja pada 10-11 Agustus 2024.(HS)

Dewan Dukung Pemkot Semarang Renovasi Gedung Ki Narto Sabdo di TBRS

Suasana Haru Iringi Perpisahan Ahmad Luthfi Sebagai Kapolda Jateng