in

UNESCO Beri Penghargaan Pemkab Rembang Atas Arsip dan Surat RA Kartini

Wakil Bupati Rembang, Hanies Cholil Barro menerima Sertifikat Memory of the World (MoW) UNESCO, dari Kementerian Luar Negeri, Rabu (13/8/2025) di Jakarta. (Foto : rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG – Pemkab Rembang menerima Sertifikat Memory of the World (MoW) UNESCO untuk arsip “Surat-surat dan Arsip Kartini: Perjuangan Kesetaraan Gender”.

Pengakuan ini merupakan hasil usulan bersama Pemkab Rembang, Pemkab Jepara, dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Penetapan tersebut diumumkan pada Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221 di Paris, 11 April 2025 lalu.

Wakil Bupati Rembang, Hanies Cholil Barro saat menerima sertifikat resmi dari Kementerian Luar Negeri, Rabu (13/8/2025) di Jakarta, menyebut pengakuan ini sebagai kehormatan besar bagi masyarakat Rembang.

Menurutnya, Kabupaten Rembang memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan RA  Kartini, tokoh emansipasi perempuan Indonesia yang sebagian besar hidup dan berjuang di daerah ini.

Hanies menegaskan bahwa surat-surat Kartini bukan hanya dokumentasi sejarah, tetapi juga warisan pemikiran yang relevan hingga kini.

“Semangat perjuangan Kartini harus terus kita hidupkan dalam kebijakan dan tindakan nyata, terutama memastikan perempuan memiliki kesempatan yang setara dengan laki-laki di semua bidang,” kata dia, seperti dirilis rembangkab.go.id.

Ia berharap pengakuan UNESCO ini menjadi pemicu untuk memperkuat komitmen bersama melestarikan arsip dan sejarah bangsa, serta menanamkan nilai perjuangan Kartini kepada generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, dan berkarakter.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan, menambahkan UNESCO setiap tahunnya memberikan penghargaan kepada arsip-arsip yang memilikii signifikasi sejarah berlevel dunia.

Terkait tugas dari OPD yang dipimpinnya ini, Dinarpus bersinergi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar).

Pihaknya merawat foto-foto RA Kartini, sedangkan Dinbudpar, merawat arsip yang disimpan di museum pahlawan emansipasi wanita Indonesia itu, seperti surat maupun foto.

“Kami bersinergi dengan Dinbudpar dalam merawat arsip-arsip tersebut. Sekarang kita tengah proses digitalisasi arsip, rata- rata foto RA Kartini yang di kami, “tutur Sholchan. (HS-08)

KPID dan Pemkab Jepara Sinergi Majukan Penyiaran Daerah

Bupati Rembang Minta Pertamina Permudah Akses Pertalite hingga ke Pelosok