HALO KENDAL – Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kendal tahun 2024, tren pemakaian obat-obatan psikotropika di Kendal tahun 2024 cukup tinggi.
Kepala BNNK Kendal, Anna Setiyawati mengatakan, pengguna obat-obatan psikotropika kebanyakan dari kalangan pelajar. Obat-obatan psikotropika yang ditemukan sebanyak 26.000 butir.
Menurutnya, di kalangan pelajar juga masih tren mengonsumsi obat batuk Komik yang dioplos dengan bahan lain.
“Penggunaan obat-obatan psikotropika di Kabupaten Kendal tahun 2024 trennya naik, terutama di kalangan pelajar. Oleh karena itu semua pihak harus terus mewaspadai dan ikut mencegahnya,” tandas Anna, saat konferensi pers beberapa waktu lalu.
Dirinya memaparkan, tindak pidana narkoba di Kendal tahun 2024 sebanyak 29 kasus, atau turun dibandingkan kasus di tahun 2023 yang sebanyak 36 kasus. Meski turun, namun jumlah kasus hampir sama dari tahun sebelumnya.
“Kasus tindak pidana narkoba di tahun 2024 terbanyak Kecamatan Kaliwungu, yaitu di Desa Kutoharjo. Kemudian kasus terbanyak kedua di Kecamatan Patebon, yaitu di Desa Purwokerto,” bebernya.
Lebih lanjut Anna menambahkan, BNN Kabupaten Kendal memiliki Klinik Pratama untuk layanan rehabilitasi rawat jalan bagi pecandu narkoba.
“Adapun jumlah pasien di tahun 2024 ada tiga orang yang menjalani rehabilitasi. Tiga pasien tersebut rekomendasi dari Polres Kendal,” imbuhnya. (HS-06)