in

Transparansi Anggaran Pembangunan dan Nasib Pedagang Pasar Weleri Jadi Tuntutan Aksi Aliansi Mahasiswa Kendal

Para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kendal menggelar aksi Mimbar Bebas menuntut terkait Pasar Weleri dan upah buruh di Kendal, Senin (12/8/2024)

HALO KENDAL – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kendal, menggelar Mimbar Bebas dimulai dari halaman Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Senin (12/8/2024).

Aksi kemudian dilanjutkan di depan Kantor Bupati Kendal yang hanya diizinkan diikuti puluhan perwakilan dari mahasiswa dengan pengawalan ketat dari aparat.

Para mahasiswa yang terdiri dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Ikatan Mahasiswa Kendal (Imaken) dan elemen lain tersebut melaksanakan aksi tuntutan terkait Pasar Weleri dan upah buruh di Kendal.

Mereka membentangkan berbagai spanduk/poster di antaranya tertulis “Rindu Dipeluk Keadilan”, “KPK-BPK Tolong Audit Pasar Weleri”, “Retribusi Jangan Dikapitalisasi”, “Bupatiku Dekengane Pusat Ning Ora Peduli”, “Njalukku Mung Siji, Transparansi Anggaran Pasar Weleri”, dan lain-lain.

Menurut perwakilan dari IMM Kendal, Naufal Abdul Afif, pemerintah dinilai acuh terhadap nasib para pedagang Pasar Weleri yang menjadi korban kebakaran beberapa tahun lalu.

Sehingga dalam aksinya, mahasiswa menuntut transparansi anggaran pembangunan pasar, kejelasan RTL, biaya sewa pedagang, kelanjutan pembangunan pasar tahap kedua, kemudian pasar sementara nantinya mau dijadikan apa, serta menolak komersialisasi pasar.

“Kami juga menuntut kesejahteraan buruh di Kabupaten Kendal, dimana masih banyak perusahaan yang membayar upah di bawah UMR dan pembayaran gajinya tidak tepat waktu,” ujar Naufal Abdul Afif kepada sejumlah awak media.

Dirinya juga mengaku akan berkirim surat kepada KPK, BPK, Ombudsman, hingga Polda Jateng, supaya dilakukan audit terhadap Pasar Weleri.

“Karena diduga telah terjadi tindak penyelewengan dalam pembangunan Pasar Weleri ini,” tandas Naufal Abdul Afif.

Terpantau dari pihak dinas terkait tidak hadir menemui para peserta aksi. Mahasiswa hanya ditemui Sekda Kendal, Sugiono yang menampung apa yang menjadi tuntutan mahasiswa dan akan menyampaikan kepada Bupati.

“Apa yang menjadi tuntutan mahasiswa kami tampung, karena keputusan ada di Bapak Bupati. Kami mohon maaf atas ketidakhadiiran belau, karena ada kegiatan,” ujarnya. (HS-06)

Waspada Penipuan! Nomor Kontak Palsu Marak di Laman Google Maps Kantor Imigrasi

Ada Kecocokan, Mas Wawan Siap Dampingi Yoyok Sukawi Maju Pilwakot Semarang