HALO KEBUMEN – Pemerintah berencana memperluas layanan Trans Jateng dan KA Prameks hingga ke Gombong, Kabupaten Kebumen.
Rencana itu terungkap dalam Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kebumen Tahun 2026, baru-baru ini di Pendopo Kabumian, Kompleks Rumah Dinas Bupati Kebumen.
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kebumen ini, bertujuan menghimpun masukan dan saran dari berbagai pemangku kepentingan, guna menyusun perencanaan pembangunan daerah yang lebih partisipatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kepala Bidang Perekonomian Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Hermawan yang hadir saat itu, menyampaikan beberapa rencana pembangunan Provinsi Jawa Tengah, khususnya di kawasan pengembangan Kebumen-Purworejo (Keburejo).
Sesuai RTRW, RPJPD, maupun Rancangan Teknokratik RPJMD Provinsi Jawa Tengah 2025-2029, beberapa konsep pengembangan akan dilakukan di Kebumen sebagai Pusat Kegiatan Wilayah Kawasan Keburejo.
Rencana itu antara lain area layanan Trans Jateng yang saat ini baru sampai di Kutoarjo akan diperluas hingga Kebumen.
Selain itu, sedang diupayakan perpanjangan jalur layanan KA Prameks, hingga Stasiun Gombong, serta pengembangan jalur transportasi yang menghubungkan Kebumen dengan Wilayah Pengembangan Wonosobo-Banjarnegara (Wonobanjar).
“Jika terealisasi, diharapkan konektivitas antara Kebumen, Purworejo, Bandara YIA, serta Kawasan Wisata Borobudur dan Dieng dapat terwujud,” kata dia, seperti dirilis kebumenkab.go.id.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen, Edi Rianto, yang mewakili Bupati Kebumen, dalam sambutannya menekankan pentingnya RKPD 2026, sebagai proses awal pelaksanaan visi, misi, dan program prioritas Bupati yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan menuju Kebumen Beriman, Maju, Sejahtera, dan Berbudaya.
“Kita berharap agar kegiatan konsultasi publik ini menjadi forum yang benar-benar produktif, terbuka, dan mampu menghasilkan masukan yang konstruktif,” ujar Edi.
Ketua DPRD Kabupaten Kebumen, H Saman Halim Nurrohman, menyampaikan harapan agar agenda perencanaan dan penganggaran bisa diselesaikan tepat waktu agar program pembangunan dapat segera dilaksanakan.
Selain itu, tambah dia, pelaksanaan kegiatan harus berbasis data yang akuntabel agar tepat sasaran dan hasilnya dapat terukur.
“Agar dalam melangkah kita tidak salah aturan, jadi harus berpedoman yang jelas dan akuntabel,” ucapnya.
Sedangkan Kepala Bappeda Kabupaten Kebumen, Bahrun Munawir, S.STP., M.Si., menyampaikan rencana penyusunan RKPD 2026 dan RPJMD 2025-2029 yang akan dilakukan secara simultan melalui beberapa proses yang dilakukan bersamaan, dari Forum Perangkat Daerah hingga Musrenbang.
Ia juga mengulas beberapa kondisi makro di Kabupaten Kebumen seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, ketimpangan pendapatan, kemiskinan, hingga index pembangunan manusia.
Peningkatan kinerja atas kondisi-kondisi tersebut akan diupayakan melalui misi yang diusung oleh Bupati dan Wakil Bupati Kebumen. (HS-08)