HALO KUDUS – Pemkab Kudus kembali menggelar Tradisi Dandangan, setelah beberapa tahun kegiatan ini tak dapat dilaksanakan, termasuk akibat pandemi Covid-19.
Tradisi dibuka secara langsung oleh Bupati Kudus, Hartopo di depan Kantor Bupati, baru-baru ini.
Tradisi yang biasa digelar menjelang Ramadan ini pun, disambut antusias oleh masyarakat.
Hartopo mengungkapkan, bahwa Tradisi Dandangan tahun ini berbeda dengan tahun terdahulu.
Pada pelaksanaan tahun ini, Pemkab Kudus memberikan fasilitas tempat tambahan untuk stand pedagang dan area bermain di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
“Biar masyarakat senang, alun-alun boleh ditempati. Kerinduan selama 3 tahun terdampak pandemi, kini terbayarkan dengan gebyar Dandangan dari Menara nyambung sampai alun-alun,” kata dia seperti dirilis laman Pemkab Kudus.
Pihaknya menyampaikan, selain menjadi tradisi masyarakat Kudus menjelang Ramadan, Dandangan juga sebagai ajang promosi produk-produk UMKM lokal di Kabupaten Kudus.
Oleh karena itu, pihaknya berharap agar produk UMKM lokal dapat dikenal luas di momentum Dandangan ini.
“Harapannya produk UMKM kita dapat dikenal masyarakat luas, salah satunya melalui Tradisi Dandangan ini,” harapnya.
Untuk prioritas pedagang, Hartopo mengatakan bahwa sebanyak 75 persen di isi oleh pelaku UMKM lokal. Adapun sisanya diberikan pada pelaku UMKM luar daerah.
“Ada 75 persen pelaku UMKM lokal, yang mengisi stand Dandangan ini, sisanya didatangkan dari pelaku UMKM luar daerah,” jelasnya.
Plt Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Jadmiko Muhardi Setiyanto, mengatakan bahwa Tradisi Dandangan akan berlangsung selama 12 hari, terhitung mulai dibuka pada 11 Maret 2023 hingga 22 Maret 2023.
Pihaknya menyebut ada sebanyak 620 pedagang, baik dari dalam maupun luar daerah yang meramaikan.
“Ada 620 pedagang, terdiri atas pelaku UMKM lokal sebanyak 461 orang, dan pelaku UMKM luar daerah sebanyak 159 orang,” kata dia.
Jadmiko menyebut bahwa terdapat sejumlah lokasi stand untuk pelaku UMKM yang telah disiapkan oleh Dinas Perdagangan Kudus, dalam momentum Dandangan ini.
“Di sepanjang Jalan Sunan Kudus, Jalan dr Ramelan, Jalan Pangeran Puger, hingga seputaran Alun-alun Simpang Tujuh Kudus,” sebutnya.
Siti Naimatul Muaminah, salah seorang pengunjung asal Desa Peganjaran, mengaku sangat terhibur atas diselenggarakannya Tradisi Dandangan tahun ini. Meski dalam kondisi hamil, dirinya penuh antusias menikmati momentum Dandangan bersama sang suami untuk pertama kalinya.
“Senang sekali, akhirnya setelah 3 tahun tak ada Dandangan, tahun ini kembali diselenggarakan. Ini pertama kalinya menikmati Tradisi Dandangan bersama suami. Terima kasih pak bupati telah menyelenggarakan Tradisi Dandangan kembali,” ucapnya. (HS-08)