in

Tim Medis Siaga Siang dan Malam saat Fase Pemulangan Jemaah Haji

Petugas kesehatan memeriksa kesehatan anggota jemaah haji. (Foto : sehatnegeriku.kemkes.go.id)

 

HALO SEMARANG – Dalam fase pemulangan jemaah haji yang dimulai sejak 11 Juni 2025, Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Bandara menyiagakan petugas kesehatan yang siap 24 jam.

Kepala Seksi Kesehatan Daker Bandara, Aulianto Danu Jatmiko, seperti dirilis sehatnegeriku.kemkes.go.id, menjelaskan fase pemulangan ini merupakan periode krusial yang menuntut kesiapsiagaan tinggi.

Setelah menunaikan ibadah yang menguras fisik dan mental, kondisi kesehatan jemaah sangat bervariasi.

Oleh karena itu, keberadaan tim kesehatan yang siaga penuh menjadi aspek vital dalam memastikan jemaah dapat kembali ke Indonesia dengan selamat dan sehat.

Sejak kloter pertama meninggalkan Tanah Suci hingga kloter terakhir, Tim Seksi Kesehatan Daker Bandara PPIH beroperasi secara bergiliran.

Tim ini terdiri atas 19 personel dengan beragam profesi, seperti dokter umum dan spesialis, perawat, apoteker, dan tenaga kesehatan lainnya, yang semuanya siap menyambut jemaah dari berbagai hotel dan pemondokan.

Aulianto Danu Jatmiko juga menjelaskan bahwa tim menyadari jadwal penerbangan pemulangan bisa terjadi kapan saja, baik siang maupun malam.

“Oleh karena itu, kami harus memastikan bahwa ada tim yang siap siaga 24 jam untuk melayani jemaah, tanpa terkecuali,” ujarnya.

Layanan kesehatan yang diberikan mencakup pemantauan kondisi jemaah sebelum keberangkatan guna memastikan mereka dalam kondisi layak terbang, terutama bagi Lansia atau mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Tim juga menangani kasus-kasus kegawatdaruratan dengan memberikan pertolongan pertama serta merujuk pasien ke fasilitas kesehatan melalui layanan ambulans.

Selain itu, tersedia konsultasi dan edukasi kesehatan untuk membantu jemaah menjaga kondisi tubuh dan mengelola obat-obatan pribadi mereka. Obat-obatan dasar seperti untuk flu, batuk, dan mual pun disediakan sesuai kebutuhan.

Lebih jauh, tim juga berkoordinasi dengan Daker Bandara PPIH Arab Saudi dan Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) untuk menangani jemaah berisiko tinggi (risti) dan kelompok rentan.

Mereka juga berperan dalam program Tanazul, yaitu skema kepulangan jemaah lebih awal dari jadwal kloter asal karena pertimbangan medis atau faktor lain.

Semangat pengabdian menjadi landasan utama para petugas kesehatan dalam menjalankan tugasnya. “Kami adalah bagian dari ibadah mereka, memastikan mereka bisa menyelesaikan rukun Islam kelima ini dengan sempurna hingga kembali ke keluarga,” tambah Aulianto.

Kehadiran Tim Seksi Kesehatan Daker Bandara yang siaga 24 jam bukan sekadar memastikan layanan kesehatan saat kedatangan maupun kepulangan, tetapi juga menjaga keselamatan dan ketenangan jemaah hingga tiba di Tanah Air. (HS-08)

Jadwal Terbang SV 5296 Mundur, PPIH Dampingi dan Advokasi Hak Jemaah di Bandara

Menteri PPPA Tegas Lindungi Pekerja Migran Perempuan Korban Perdagangan Orang