in

Tim Medis Darurat Indonesia Layani 660 Warga Korban Gempa di Myanmar

Pengobatan dokter spesialis kepada warga Myanmar yang berobat di Medical Center TCK-EMT Indonesia di Nay Pyi Taw pada Sabtu (19/4). (Foto: bnpb.go.id)

 

HALO SEMARANG – Pelayanan oleh Tenaga Cadangan Kesehatan – Emergency Medical Team (TCK-EMT) Indonesia untuk masyarakat Myanmar, hingga hari ke 14 pengoperasian pos kesehatan di Nay Pyi Taw, Minggu (20/4/2025), masih berlangsung.

Bantuan medis tersebut diberikan setelah Myanmar diguncang gempa dengan magnitudo 7,7, pada 28 Maret 2025 silam.

TCK-EMT Indonesia mencatat sebanyak 660 pasien berobat pada Minggu (20/4/2025).

Dua hari sebelumnya (18/4/2025), Koordinator Tim Kemanusiaan Indonesia, Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja, menginformasikan jumlah pasien yang ditangani mencapai 535 orang. Ary mengungkapkan antusiasme warga Myanmar sangat besar. Dia mengatakan pelayanan medis berakhir pada Minggu (21/4/2025).

Menurut Ary, rata-rata jumlah pasien yang dilayani TCK-EMT Indonesia mencapai 315 pasien per hari.

“Diperkirakan bahwa besok jumlah pasien juga akan banyak karena merupakan hari terakhir pelayanan,” kata Ary, Sabtu (20/4/2025), seperti dirilis bnpb.go.id.

Lebih lanjut, Ary menyampaikan Pemerintah Indonesia akan menyerahkan semua sarana dan prasarana rumah sakit lapangan, kepada pihak 50 Bed Ottarathiri Hospital.

“Penyerahan simbolis akan disaksikan oleh pejabat Kementerian Kesehatan Myanmar,” ujarnya.

Selama pengoperasian Medical Center TCK-EMT Indonesia, sejumlah kasus telah ditangani oleh para dokter spesialis dan umum.

Kasus yang tercatat antara lain nyeri otot, radang sendi, luka minor, ISPA, nyeri punggung, vertigo, gastritis, cefalgia. Ada juga kasus darurat yang ditangani di pos kesehatan yang berada di kompleks 50 Bed Ottarathiri Hospital.

Pasien dengan luka robek, luka tusuk, fraktur dan stroke juga ditangani para dokter Indonesia.

Sementara itu, Ary menambahkan pelayanan kesehatan diterima secara baik oleh pemerintah setempat dan khususnya warga Myanmar.

“Apa yang telah dilakukan di sini, pasti akan menjadi kenangan dan catatan yang indah bagi masyarakat Myanmar. Ini kenangan kebaikan rakyat Indonesia yang ditunjukkan melalui EMT dalam masa tanggap darurat pascagempa M7,7,” ujar Ary.

Ia mengatakan, apabila Kementerian Kesehatan Myanmar menginginkan adanya keberlanjutan atau kerja sama antar dua negara, ini dapat dibicarakan melalui jalur bilateral.

Pejabat tinggi Myanmar telah menyempatkan diri untuk meninjau Medical Center TCK-EMT Indonesia beberapa waktu lalu.

Menteri Kesehatan Dr Thet Khaing Win dan Gubernur Nay Pyi Taw Than Tun Oo mengapresiasi pelayanan tim medis Indonesia untuk warganya.

Pos Kesehatan yang beroperasi dari pukul 08.30 – 16.30 waktu setempat ini berlokasi di 50 Bed Ottarathiri Hospital, Distrik Ottara, Nay Pyi Taw. (HS-08)

Kukuhkan Istrinya Jadi Bunda Literasi Jateng, Wagub Jateng Berharap Minat Baca Warga Meningkat

Berangkatkan Purworejo Motortouring Volume III, Bupati Minta Promosikan Potensi Daerah