in

Terpilih Lagi Ketua Ikal Lemhannas Jateng, Sri Puryono: Segera Bentuk Crisis Centre Sebagai Mitra Pemerintah

Ketua Ikal Lemhannas, Jenderal TNI Purn Agum Gumelar saat menghadiri Musda Ikal Lemhannas Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (29/10/2022).

HALO SEMARANG – Musyarawarah Daerah (Musda) ke 1 Ikatan Alumni (Ikal) Lemhannas Provinsi Jawa Tengah digelar di Patra Hotel Semarang, Sabtu (29/10/2022). Dalam Musda yang dihadiri Ketua Umum IKAL Lemhannas RI, Jenderal TNI Purn Agum Gumelar, sekaligus menetapkan Prof Dr Ir Sri Puryono Karto Sodarmo MP sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKAL) Lemhannas Jawa Tengah Periode 2022-2027 yang terpilih secara aklamasi dalam Musda.

Dengan terpilihnya, Sri Puryono Karto Soedarmo maka ini merupakan kepemimpinan kedua mantan Sekda Provinsi Jawa Tengah tersebut di Ikal Lemhannas Jawa Tengah.

Sri Puryono menyampaikan dengan terpilihnya kembali dirinya, maka akan segera melaksanakan apa yang menjadi arahan Ketua Umum Ikal Lemhannas, Jenderal TNI Purn Agum Gumelar. Di mana Ikal Lemhannas adalah mitra pemerintah yang akan memberi sumbang pikiran dalam mengawal program pemerintah.

“Jadi kita akan selalu memberi sumbangan pemikiran yang bisa mejadi dasar atau pertimbangan dalam mengambil kebijakan. Termasuk dalam menghadapi tantangan ke depan di bidang pangan, kami diminta oleh Ketum agar segera membentuk Krisis Center di tingkat provinsi. Hal ini untuk mempercepat dan mendekatkan dengan pemerintah daerah,” terang Sri Puryono.

Sri Puryono mengatakan, DPD Ikal Provinsi Jateng akan membentuk gugus tugas guna membantu pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan-kebijakan strategis, di antaranya yang berkaitan dengan pangan, energi, dan air. “Kami akan melakukan analisis kebijakan dan memberikan masukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” kata Sri Puryono.

Sementara, Agum Gumelar kepada awak media usai membuka Musda menegaskan, komitmen Ikal Lemhannas yang tetap akan menjadi mitra dan bersinergi dengan pemerintah. Agum juga menyatakan Ikal Lemhannas siap mengawal pelaksanaan Pemilu 2024 dan mengajak seluruh pihak belajar dari Pemilu 2019, agar lebih baik dan tidak terulang terjadinya polarisasi, bentrokan horisontal antarpendukung calon presiden, dan tidak adanya keberpihakan penyelenggara pemilu pada salah- satu calon.

“Jika tidak mau belajar dari Pemilu 2019 bisa mengkhawatirkan. Diperlukan edukasi pada tiga unsur yang berperan penting dalam pemilu, yakni partai politik karena mereka yang melakukan kaderisasi dan rekrutmen. Kedua KPU sebagai penyelenggara pemilu harapannya bisa lebih profesional, dan ketiga rakyat sebagai pemilih harus lebih dewasa,” papar Agum.

Agum menambahkan, Ikal merupakan katalisator bagi keutuhan bangsa dan membantu kebijakan yang diambil pemerintah. Keberadaannya yang tidak hanya di tingkat pusat (DPP), tetapi ada juga di 34 provinsi se-Indonesia (DPD) diharapkan bisa berkontribusi maksimal.

“Di mana pun IKAL berada, jadilah ujung tombak yang merajut kembali persatuan. Harus jadi garda terdepan dalam mengawal bangsa ini menuju tujuan dan cita-cita nasional. IKAL harus berwatak pejuang dan peduli,” pungkas Agum.(HS)

Jasad WNI Korban Penembakan Salah Sasaran di Texas Tiba di Semarang

Kembali Dibuka untuk Hibur Penikmat Seni di Jateng, Taman Indonesia Kaya Hadirkan Payung Teduh