in

Telusuri Minat dan Bakat, Lapas Terbuka Kendal Optimalisasi Pembinaaan WBP

Kegiatan pendalaman minat bakat, serta evaluasi kinerja dan konseling kepada warga binaan oleh Lapas Terbuka Kendal.

HALO KENDAL – Dalam rangka meningkatkan program pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP), Lapas Terbuka Kendal melalui Sub Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) melaksanakan pendalaman minat bakat, serta evaluasi kinerja dan konseling WBP secara rutin setiap bulannya.

Puji Raharjo, selaku Kasubsi Giatja mengatakan, kegiatan ini berjalan menjadi dua sesi. Yaitu sesi assesment dan sesi evaluasi dan konseling.

Dijelaskan, dalam sesi assesment, petugas berfokus untuk mendalami minat dan bakat yang dimiliki setiap WBP. Hal ini berfungsi sebagai acuan pembinaan di mana WBP tersebut akan ditempatkan.

“Selama ini WBP cenderung memiliki stigma negatif di mata masyarakat, namun dengan asesment ini kita jadi tau bahwa sebenarnya para WBP memiliki bermacam keahlian seperti beternak, bertani, hingga pertukangan,” ujarnya, Sabtu (3/9/2022).

Ke depan, lanjut Puji, diharapkan keahlian potensial tersebut dapat terus dikembangkan dan bahkan WBP dapat memiliki keterampilan baru melalui program pembinaan kemandirian yang ada di lapas ini.

Selanjutnya pada sesi evaluasi, yang menyorot pada perkembangan WBP dalam mengikuti program pembinaan, Jonet Darmawan Adi selaku Kasi Binadik menututurkan, bahwa pada sesi ini juga dilaksanakan konseling pada setiap WBP.

Dijelaskan, selain mengevaluasi progres WBP saat mengikuti program pembinaan kemandirian, WBP juga diperkenankan untuk menceritakan setiap kendala yang dialami.

“Jadi kami sebagai petugas sekaligus wali WBP ketika ada di lapas dapat memberikan solusi atas kendala yang sedang mereka hadapi,” terang Jonet.

Menyorot kegiatan ini, Kepala Lapas Terbuka Kendal, Rusdedy mengatakan, curhat memang salah satu hak WBP yang dijamin undang-undang. Yaitu berhak menyampaikan keluhan.

“Untuk itu, kegiatan ini pada dasarnya dalam rangka menelusuri minat dan bakat WBP, sekaligus mendukung pembinaan. Yaitu mencetak insan berkualitas dan membekali warga binaan ketika sudah habis menjalani masa pidananya nanti,” terangnya.

Rusdesy mengungkapkan, banyak potensi yang dapat digali dari WBP melalui kegiatan kerja. Mulai dari bertani, beternak, bahkan kegiatan seputar pelatihan pengelasan dan pertukangan.

Sehingga nantinya, WBP mendapat keterampilan yang lebih untuk bekal setelah selesai menjalani masa pidananya di lapas terbuka ini.

“Harapan kami dengan dibekali keterampilan tersebut semoga WBP tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum lagi dan mampu untuk berwirausaha secara mandiri ke depannya,” ungkap Rusdedy.(HS)

Peringati HUT ke-22, Ikatan Wanita PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Menggelar Bakti Sosial

Meriahnya Senam Sicita Piala Puan Maharani di Semarang