in

Tekan Risiko DBD, Wali Kota Salatiga Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Pertemuan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Demam Berdarah Dengue (DBD) Kota Salatiga Tahun 2026, baru-baru ini. (Foto : salatiga.go.id)

 

HALO SALATIGA – Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan mengajak seluruh jajarannya, mulai dari tingkat kota hingga kelurahan, untuk ikut menanggulangi penyebaran demam berdarah dengue (DBD), dengan memperkuat edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Masyarakat perlu diajak untuk melaksanakan gerakan 3M plus. Untuk gerakan 3M yakni menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin, seperti bak mandi dan ember; menutup rapat tempat-tempat penyimpanan air agar nyamuk tidak bisa masuk dan bertelur; serta mengubur atau mendaur ulang barang-barang bekas yang tidak terpakai agar tidak menampung air hujan dan menjadi sarang nyamuk.

Gerakan ini ditambah dengan menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala awal DBD, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Hal itu dia sampaikan saat memberikan arahan dalam Pertemuan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Demam Berdarah Dengue (DBD) Kota Salatiga Tahun 2026, baru-baru ini.

Kegiatan ini untuk memperkuat upaya mitigasi dan pengendalian DBD melalui sinergi lintas sektor.

“Saya berharap pertemuan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan tindak lanjut yang nyata dan terukur untuk melindungi masyarakat Kota Salatiga dari ancaman DBD,” kata dia, seperti dirilis salatiga.go.id.

Dalam arahannya, Robby menegaskan bahwa DBD masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat di Kota Salatiga.

Menurutnya, perubahan iklim global, tingginya mobilitas penduduk, serta kondisi lingkungan yang kurang bersih menjadi faktor yang meningkatkan risiko penularan.

“Pengendalian DBD tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi memerlukan kolaborasi lintas sektor, sinergi yang kuat antarpemangku kepentingan, serta partisipasi aktif masyarakat secara berkelanjutan,” kata dia, seperti dirilis salatiga.go.id .

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Suhardi memaparkan data terkini kasus DBD hingga minggu kedua Mei 2026.

Berdasarkan hasil pencatatan dan pelaporan epidemiologi, tercatat 1 kasus demam berdarah dengue, 19 kasus demam dengue, dan 2 kasus dengue shock syndrome.

Dari sisi kelompok usia, kasus didominasi usia produktif, dengan rincian 4 kasus pada usia 1–4 tahun, 5 kasus usia 5–14 tahun, 9 kasus usia 15–44 tahun, dan 4 kasus usia di atas 44 tahun.

Berdasarkan jenis kelamin, penderita laki-laki tercatat 39 persen (9 orang), sedangkan perempuan 61 persen (13 orang).

Suhardi menegaskan, data tersebut menjadi dasar evaluasi sekaligus alarm bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pemantauan jentik dan pemberantasan sarang nyamuk secara berkala.

“Kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai penularan DBD di Kota Salatiga,” kata dia. (HS-08)

Percantik Gerbang Jawa Tengah, Pemprov Perbaiki VIP Room Adi Soemarmo Seluas 2.013 Meter Persegi

Tata Kelola Fiskal dan Lingkungan Jadi Bahasan dalam Pra-rakor Komwil III Apeksi di Salatiga