in

Tanaman Herbal Layak Disosialisasikan pada Masyarakat

Komisi B DPRD Jateng mengunjungi Merapi Farma Herbal, di Jl Kaliurang, Pakis, Sleman. (Foto: dprd.jatengprov.go.id)

 

HALO SEMARANG – Komisi B DPRD Jateng, berkunjung ke Merapi Farma Herbal di Jl Kaliurang, Pakis, Sleman.

Kunjungan kerja tersebut guna mencari data serta masukan terkait dengan berbagai macam tanaman yang bisa dijadikan obat-obatan.

Turut mendampingi Dinas Koperasi Jateng Joko Supriyanto diterima Nyoman Raiksha Putri dari Dinas Pariwisata Sleman.

Dalam penjelasannya Nyoman Raisha merasa senang dan bangga ada kunjungan  DPRD Jateng ke wilayahnya. Tanaman herbal atau empon-empon kerap digunakan masyrakat Indonesia khususnya Jawa disuguhkan menjadi jamu yang berkhasiat untuk kesehatann badan.

Di kawasan yang berhawa sejuk itu, Komisi B diajak berkeliling Merapi Farma Herbal.

Perusahaan herbal itu membuat sejumlah produk seperti jamu gendong, tanaman obat, minuman kesehatan, wisata herbal.

Anggota Komisi B Harun mengatakan tanaman tanaman herbal atau empon-empon ini perlu dikenalkan kepada masyarakat luas supaya mereka paham tentang khasiatanya.

“Kami akan   terus mendorong  dinas terkait untuk mengembangkan tanaman herbal, yang manfaatnya cukup banyak dan  supaya bisa menjadi ajang wisata juga,” kata Harun, seperti dirilis dprd.jatengprov.go.id.

David Iskak pun turut berujar tanaman herbal yang ada di depan pengolahan jamu ini, sangat mungkin dijadikan objek wisata, sehingga orang yang berkunjung tidak hanya sekedar minum jamu.

Industri yang berdiri sejak 1999 ini cukup menarik wisatawan  khususnya kalangan perempuan, salah satunya anggota Komisi B Kadarwati. Ia merasa senang karena di tempat tersebut  bisa menambah wawasan tentang tanaman yang ada disekitar kita.

“Sebenarnya tanaman hetbal yang banyak manfaatnya inj ada disekeliling kita, namun kita belum paham manfaatnya, nah setelah kunjungan  ini, kita jadi tahu manfaat dan  kegunaan dari berbagai macam tanaman yang ada,” kata dia.

Sedangkan Endrianingsih berkomitmen akan menyosialisakan tanaman-tanaman herbal ini ke masyarakat luas.

“Kita tahu bahwa tanaman tanaman yang kita lihat didepan tadi tidak semua orang tau atau kenal, apalagi anak-anak muda zaman sekarang. Setelah kunjungan ini, tentu sebagai anggota Komisi B kami akan menyosialisakan tentang tanaman tanaman herbal inj ke masyarakat melalui reses maupun kunjungan dapil,  supaya mereka tidak melulu harus mengkonsumsi obat kimia,  karena ternyata disekeliling  kita itu banyak sekali obat yang kita butuhkan,” katanya.(HS-08)

Ketika Para Legislator Menangis Bela Korban Pemerkosaan Massal 1998

Lazismu Kendal Salurkan Bantuan Rumah Layak Huni untuk Warga di Muncar Patean