SABTU malam di Semarang yang seharusnya penuh euforia, malah berakhir dengan nada getir yang familiar buat fans Laskar Mahesa Jenar. PSIS, tim kebanggaan warga Kota Lumpia ini, kembali tersungkur dengan skor tipis 1-2 kala menjamu Persiba Balikpapan di Stadion Jatidiri pada 27 September 2025.
Bukan cuma kalah, tapi kalah dengan gaya: unggul duluan lewat gol Dani Sormin, lalu dibalikkan seperti balon kempes setelah gol tim tamu pada menit ke-83. Takumu Nishihara mencetak gol lewat sundulan kepala. Kemudian, Persiba mendapat hadiah penalti setelah pemain PSIS Dani Sormin melakukan handsball. Takumu menjadi eksekutor penalti dan sukses mencetak gol di gawang PSIS. Skor langsung berubah menjadi 1-2 unggul Persiba atas PSIS.
Pada masa injury time, PSIS sebenarnya punya kans untuk menyamakan kedudukan setelah mendapat hadiah penalti. Sayang, eksekusi yang dilakukan kapten tim PSIS Syuhabuddin masih melambung di atas mistar Persiba.
Beberapa saat setelah penalti gagal, wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Laga pun dimenangkan Persiba Balikpapan.
Kalau kekalahan ini bisa diukur dengan suhu panas Semarang akhir-akhir ini, pasti sudah mencapai 40 derajat Celsius—panas di luar, panas di hati!
Bayangkan saja, semua penggemar berharap PSIS bisa bangkit dari dua kekalahan beruntun di awal musim Liga 2 Championship Grup 1. Tapi apa daya, Persiba—tim yang katanya lagi galak seperti beruang lapar—langsung balas dendam.
Ini menjadi kekalahan beruntun ketiga yang dipetik skuad asuhan Kahudi Wahyu. Sebelumnya, PSIS kalah 0-4 lawan Persiku dan tumbang 0-2 saat bertandang ke kandang Persipura Jayapura, dan kali ini kembali kalah di kandang. Yasudahlah.. seperti lirik lagu Bondan Prakoso.(HS)