HALO KENDAL – Rencana pemindahan pedagang eks Pasar Weleri 1 dari Pasar Relokasi Terminal Bahurekso ke Terminal Colt di Weleri, mendapat dukungan dari para pedagang.
Seperti diungkapkan Ponirah, salah seorang pedagang di pasar relokasi. Ia mengaku senang dengan adanya rencana pemindahan ini. Menurutnya, selama ini di pasar relokasi omset para pedagang turun drastis.
“Alhamdulillah, doa para pedagang eks Pasar Weleri 1 yang terbakar terkabul. Semoga di tempat yang baru nanti omset kami kembali meningkat,” ungkapnya.
Proses pembongkaran di pasar relokasi juga ditinjau oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kendal, Ferinando Rad Bonay, yang sekaligus berbincang dengan para pedagang.
Salah seorang pedagang Suyanto, kepada kepala dinas mengucapkan terima kasih dan mengungkapkan rasa syukur dengan rencana pemindahan ini.
Menurutnya, selama sembilan bulan berjualan di Pasar Relokasi Terminal Bahurekso, pembelinya sepi. Sehingga pendapatannya berkurang.
“Kami berterima kasih sekali kepada Pemerintah Kabupaten Kendal, yang sudah mendengarkan keluhan kami, yang ingin pindah dari sini. Kalau dulu di Pasar Weleri, omset saya bagus tiap hari. Sekarang di pasar relokasi ini turun drastis bahkan kadang merugi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kadisdagkop UKM Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, pemindahan dilakukan karena pasar relokasi kini hanya tinggal 300-an pedagang yang berjualan.
“Ini adalah kebijakan dari bapak bupati. Kenapa menyetujui permintaan pedagang untuk pindah?, karena mengingat kondisi pasar relokasi yang hanya tinggal 300-an saja. Kalau dulu saat relokasi dibangun, ada 1.800-an pedagang ditambah kaki lima yang jika dijumlah total sebanyak 2.000 pedagang terdampak terbakarnya Pasar Weleri,” terang Ferinando.
Dijelaskan, nantinya di terminal colt Weleri akan dibangun 25 brak, yang masing-masing brak berisi 12 lapak atau kios ukuran 2 x 2 meter.
Sementara, untuk biaya pemindahan sekitar Rp 200 juta, dengan menggunakan alokasi anggaran yang ada di Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kendal.
“Ya anggarannya kita gunakan yang ada di UPTD Pasar, yang bisa digunakan sewaktu-waktu diperlukan atau insidentil,” jelasnya.
Sementara itu untuk target pembangunan kembali Pasar Weleri sendiri, menurut Ferinando, setelah terbakar Pasar Weleri akan selesai dibangun pada akhir tahun 2023. Sedangkan lokasinya masih ditempat yang sama dengan sebelumnya dan terdiri dari dua lantai.
“Sudah ada investor yang mengajukan proposal. Kami targetkan akhir 2023 sudah rampung dan bisa ditempati pedagang,” ujar Ferinando. (HS-06)