Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Stadion Kebondalem Kendal dan Moch Soebroto Magelang jadi Pilihan Venue Laga Kandang PSIS

PSIS saat menggunakan Stadion Kebondalem Kendal untuk laga uji coba dengan Persik Kendal beberapa waktu lalu.

HALO SEMARANG – PSIS besar kemungkinan akan menggunakan Stadion Kebondalem Kendal dan Moch Soebroto Magelang untuk menggelar laga kandang di Liga 1 2020. Hal itu setelah manajemen melakukan simulasi di Stadion Citarum dan Kebondalem Kendal, belum lama ini.
GM PSIS, Wahyoe “Liluk” Winarto mengatakan, pihaknya kemungkinan besar menggunakan dua stadion tersebut sebagai venue laga kandang.

“Setelah melakukan simulasi laga kandang di Citarum dan Kebondalem, kami kemungkinan akan menggunakan Stadion Kebondalem Kendal dan Moch Soebroto Magelang untuk menggelar laga kandang. Untuk Stadion Moch Soebroto sudah tidak ada masalah karena musim sebelumnya kami bermain di sana. Sementara Stadion Kebondalem perlu ada pembenahan sedikit, khususnya di kualitas rumput untuk jadi kandang PSIS dalam menggelar laga. Sekarang masih proses pembenahan rumput,” katanya, Selasa (18/2/2020).

Meski begitu, pihaknya tetap menyiapkan Stadion Citarum untuk alternatif ketiga. Hal itu karena saat ini, Stadion Citarum masih harus melewati beberapa tahap verifakasi dari PT LIB selaku operator liga. Sebagai informasi, saat ini manajemen PSIS memang telah mendaftarkan tiga stadion untuk alternatif kandang PSIS di Liga 1 2020. Ketiga stadion tersebut yaitu Moch Soebroto Magelang, Stadion Citarum, dan Stadion Kebondalem Kendal. Stadion Jatidiri Semarang belum didaftarkan karena saat ini masih proses pembangunan.

“Stadion Citarum masih kami siapkan. Karena Stadion Citarum tetap kami fungsikan sebagai home base utama untuk latihan dan kantor sekretariatan,” tegasnya.

Sementara Ristinanto staf bidang kompetisi PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) mengatakan, sistem penerangan di Stadion Citarum belum memenuhi standar Liga 1. Hal itu diungkapkannya saat melakukan verifikasi di Stadion Citarum, Senin (17/2/2020) malam.

“Kami sudah lakukan verifikasi di Stadion Citarum. Ternyata masih banyak sekali fasilitas yang harus dibenahi. Terutama untuk media akses, media tribun, media center dan media press confrence, itu harus diposisikan di mana tempatnya,” ujarnya.

Dia menerangkan, untuk penerangan di Stadion Citarum sangat jauh dari standar Liga 1. Standarnya minimal 800 lux dan maksimal 1.200 lux.

“Saya lihat sekilas penerangan di Stadion Citarum tidak sampai 400 lux. Harus dibenahi, kami belum katakan Stadion Citarum layak atau tidak untuk digunakan kompetisi, kami akan bahas lagi,” imbuhnya.

Pihaknya memberikan rekomendasi tersebut kepada manajemen PSIS untuk melakukan perbaikan. Apalagi Liga 1 akan bergulir mulai 29 Februari 2020 ini.

“Kami kembalikan ke PSIS kapan akan melakukan perbaikan. Saya dengar PSIS juga akan mengajukan satu stadion lagi di Kendal,” katanya.

Pihaknya akan memantau pembenahan tersebut, sebelum kick off. Menurutnya, yang terpenting dibenahi adalah ruang-ruang pendukung namun dengan catatan untuk jadwal pertandingan di siang hingga sore hari.

“Kembali lagi ke PSIS, pembenahan ruang-ruangnya bagaimana. Saya belum bisa katakan layak atau tidak,” tandasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang