HALO KENDAL – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinnaker) Kabupaten Kendal, menggelar Sosialisasi Padat Karya Infrastruktur Tahun 2023, di Balai Desa Rejosari, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jumat (31/3/2023).
Acara menghadirkan nara sumber Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun dan Kepala Disperinnaker Kendal, Cicik Sulastri, dan dihadiri Kepala Desa Rejosari, Mokhtarom, serta para tokoh masyarakat dan tokoh agama Desa Rejosari, dengan mengambil tema “Program Perluasan Kesempatan Kerja”.
Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun mengatakan, padat karya tunai merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, khususnya yang miskin dan marginal dan bersifat produktif, dalam peningkatan pembangunan infrastruktur.
“Dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya manusia, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk bisa memberikan tambahan upah atau pendapatan, meningkatkan daya beli, mengurangi kemiskinan, dan sekaligus mendukung penurunan angka stunting,” ujarnya.
Lebih jauh Makmun menjelaskan, dengan skema padat karya tunai dalam pelaksanaan dana desa diharapkan dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, dengan memberikan honorarium (upah) langsung tunai kepada tenaga kerja yang terlibat.
“Upah akan diberikan, baik secara harian maupun mingguan sesuai kesepakatan, sehingga dapat memperkuat daya beli masyarakat, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Sebagai penutup, Makmun menekankan, yang diutamakan dalam kegiatan padat karya adalah kegotongroyongan dan kebersamaan dalam membangun desa.
“Jadi program padat karya adalah pembangunan, dilaksanakan oleh desa, dengan tenaga kerja masyarakat setempat dan digaji secara tunai, bisa harian atau mingguan. Sifatnya hanya sementara njih, bukan terus-terusan,” imbuh Makmun.
Sementara Kepala Disperinnaker Kendal, Cicik Sulastri meminta agar penggunaan dana desa untuk padat karya ini, misalnya pembangunan jalan desa, bisa menyerap tenaga kerja lokal yang bersifat kegotongroyongan.
“Prioritasnya adalah tenaga kerja dari para pengangguran di desa, setengah pengangguran, penduduk miskin, warga penerima rastra dan PKH, serta keluarga yang memiliki anak kurang gizi semua bekerja bergotongroyong membangun desa,” ujarnya.
Menurut Cicik, jika ini berhasil dilaksanakan, maka hasil pembangunan desa bisa dirasakan dan kemiskinan bisa ditekan karena dana desa bisa menjadi penghasilan warga sendiri.
“Kami berharap seluruh kepala desa di Kabupaten Kendal bisa memanfaatkan padat karya ini, supaya warga jenengan bisa memperoleh pendapatan dari proyek pembangunan desanya sendiri. Dengan begitu bisa membuka lowongan pekerjaan di desa dan mengurangi angka kemiskinan,” tandasnya.
Lebih jauh Cicik memaparkan, untuk kegiatan padat karya dikerjakan oleh 50 orang, dengan waktu kerja delapan jam perhari, dalam jangka waktu 15 hari, dan dianggarkan Rp 75 juta.
Warga juga akan dijamin dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam jangka waktu satu bulan, serta akan diberikan uang perangsang sebesar Rp 100 ribu/orang, perhari.
“Kalau untuk bahan material dari swadaya desa. Kami hanya memfasilitasi tenaga kerjanya. Selain itu juga membantu peralatan tukang, seperti ganco, skop, cetok, ember, pacul, masing-masing tiga buah. Kemudian gerobak sorong dan prasasti, masing-masing saru buah. Ada juga 50 kaos untuk pekerja,” paparnya.
Pada kesempatan tersebut Cicik juga memaparkan program Disperinaker, di antaranya melalui aplikasi Kendal Karier dan program pelatihan kepada calon tenaga kerja.
Mendengar pemaparan kedua nara sumber, Kepala Desa Rejosari, Mukhtarom menyambut baik dan memberikan semangat kepada seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama, untuk bekerja sungguh-sungguh dalam memanfaatkan dana desa untuk pembangunan.
“Ayo kita majukan desa kita dengan memanfaatkan program padat karya dan program pemerintah lainnya. Sehingga pengangguran dan kemiskinan akan semakin berkurang,” ujarnya.
Usai acara, Mukhtarom menjelaskan, pembangunan padat karya ini nantinya akan membangun jalan penghubung Desa Rejosari menuju Desa Tanjungmojo yang lokasinya berada di depan balai desa.(HS)