in ,

Silaturahmi di Masjid Mujahidin Kendal, Ini Harapan Anies Baswedan

Anies Baswedan berbincang hangat bersama jemaah Masjid Mujahidin dan jajaran PD Muhammadiyah Kendal, Selasa (7/10/2025).

HALO KENDAL – Takmir Masjid Mujahidin Kendal, menerima kunjungan seorang tokoh publik, Dr H Anies Baswedan SE MPP, di Masjid Mujahidin, Jalan Pemuda Kota Kendal, Selasa (7/10/2025).

Acara penyambutan dimulai dengan menunaikan salat Magrib berjamaah dipimpin KH Ikhsan Intizam selaku Ketua PD Muhammadiyah Kendal.

Jemaah larut dalam kekhusyukan ibadah, barisan saf tersusun rapi, memenuhi ruang utama masjid hingga serambi luar, sepadat salat Jumat.

Begitu kabar beredar rombongan Anies Baswedan akan tiba, gelombang antusiasme pun tak terbendung. Jemaah berdiri, menatap ke arah jalan dengan mata berbinar.

Beberapa saat kemudian, dua mobil — hitam dan putih — melintas perlahan memasuki halaman masjid. Sorot lampunya menembus kerumunan jamaah yang kian rapat.

Begitu salah satu pintu terbuka dan Anies Baswedan menapakkan kaki, tepuk tangan dan lantunan takbir bergema bersamaan. Suasana yang semula hening berubah menjadi lautan sambutan yang hangat dan penuh hormat.

Anies melangkah perlahan, menyapa satu per satu jamaah dengan senyum khasnya. Tangan-tangan terulur ingin bersalaman, dan beberapa di antaranya bahkan menunduk mencium tangannya dengan takzim.

Tak ada jarak antara tamu dan jamaah; yang ada hanyalah rasa hormat, kebanggaan, dan persaudaraan yang menyatukan.

Ketika Anies dipersilakan duduk dekat mimbar bersama Ikhsan Intizam, dan jajaran pengurus PD Muhammadiyah Kendal, ia tidak langsung duduk, namun sebentar menatap ke arah lantai atas sambil tersenyum, melambaikan tangan, dan mengucap salam kepada jemaah yang memenuhi setiap sudut masjid dengan hangat dan bersahabat.

Ikhsan Intizam menyampaikan, jemaah yang hadir malam itu bukan hanya warga sekitar Masjid Mujahidin, tetapi juga dari luar Kota Kendal.

“Masjid Mujahidin Kendal ramah jamaah dan dibuka 24 jam dengan fasilitas lengkap,” ujarnya.

Ikhsan mengungkapkan, kehadiran Anies di Masjid Mujahidin bukan semata kunjungan tokoh publik, melainkan juga simbol semangat perubahan dan keteladanan.

“Mudah-mudahan kunjungan Mas Anies ini menambah motivasi bagi warga Kendal untuk semakin mencintai dan memakmurkan masjid,” ungkapnya.

Sebelum tiba di Masjid Mujahidin, Anies sempat berkunjung ke Desa Wonosari, Pegandon, meninjau jembatan tua peninggalan Belanda yang sudah berusia lebih dari seratus tahun.

Jembatan tersebut hanya berupa balok-balok kayu, dilalui warga dengan motor trail sambil membawa pupuk di depan dan belakang.

“Saya sampai merasa kagum sekaligus ngeri, karena jembatannya tinggi sekali, tapi warga naik dengan luar biasa,” ungkapnya.

Anies berjanji, bila ada kesempatan, jembatan tersebut akan dibangun kembali dengan kokoh dan layak, supaya para petani bisa melintas dengan aman.

“Kalau tidak ada jembatan penghubung, yang paling menderita adalah ibu-ibu. Ada yang mengandung dan meninggal bukan karena tak bisa ditangani dokter, tapi karena tak sampai ke puskesmas,” ujarnya prihatin.

Anies juga sempat menyinggung pentingnya kejujuran dan integritas dalam pemerintahan.

“Kalau nanti ada kesempatan untuk melakukan perubahan, jangan jual beli jabatan. Supaya kebijakan yang disusun benar-benar untuk kebaikan orang banyak,” tegasnya.

Menjelang akhir pertemuan, Anies menyampaikan pesan khusus kepada Muhammadiyah yang sebentar lagi berusia 113 tahun. Dirinya mengajak, agar Muhammadiyah memberikan perhatian lebih pada pendidikan anak usia dini.

“Kebiasaan-kebiasaan baik dimulai sejak kecil. Anak yang sejak dini dibiasakan membedakan antara milik sendiri dan milik orang lain, kelak tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan amanah,” ujarnya.

Anies menambahkan, pendidikan anak usia dini adalah investasi terbaik bagi bangsa. Banyak penelitian, termasuk yang meraih nobel bidang ekonomi, membuktikan pendidikan usia dini memberi manfaat paling besar.

“Tapi sering kali perhatian dan anggaran kita justru lebih banyak untuk perguruan tinggi, padahal efek pendidikan itu jangka panjang,” imbuhnya.

Anies menutup pesannya dengan nada optimistis untuk mendapatkan perhatian lebih serius dari jemaah.

“Muhammadiyah tidak berpikir lima tahunan, tetapi berpikir jangka panjang. Insya Allah, Muhammadiyah akan terus panjang usia dan memberi manfaat bagi umat. Dan saya berharap, Muhammadiyah Kendal memberi perhatian besar pada pendidikan anak usia dini,” tandasnya.

Silaturahmi Anies Baswedan bersama warga Kendal pun berakhir dalam keteduhan salat Isya berjamaah, dipimpin oleh Imam Syahrul Rofi. (HS-06)

Wujudkan Transparansi Pencairan Keuangan, Pemprov Jateng Luncurkan Aplikasi Si Pancar

RT-RW di Semarang: Kantor Cabang Negara di Ujung Gang Sempit