in

Silase, Solusi Atasi Kekurangan Pakan Ternak di Pemalang

Pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi (silase) di TPQ Al Asma, di Dukuh Cengis, Desa Simpur, Kecamatan Belik, Sabtu (3/12/2022). (Foto : pemalangkah.go.id)

 

HALO PEMALANG – Plt Bupati Pemalang, Mansur Hidayat, mengapresiasi Yayasan Al Asma 88 Pemalang atau Alumni Anak SMA 1 Pemalang Angkatan 1988, yang telah menggelar pembuatan silase, atau pakan ternak yang telah diawetkan.

Pelatihan pembuatan pakan ternak dengan cara fermentasi rumput itu, diikuti kelompok peternak domba Al Asma, di TPQ Al Asma, di Dukuh Cengis, Desa Simpur, Kecamatan Belik, Sabtu (3/12/2022).

Menurut Mansur, salah satu masalah yang sering muncul dalam usaha peternakan sapi atau kambing, adalah kekurangan pakan rumput segar.

Namun masalah tersebut dapat diatasi dengan silase, sehingga kambing atau domba yang diternakkan, tak selalu harus diberi pakan berupa rumput segar.

Selain merupakan salah satu inovasi penyediaan pakan ternak, pembuatan silase, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Pemalang.

“Salah satu masalah dalam usaha peternakan itu adalah pakannya. Ini inovasi untuk memberikan makanan bagi ternak, jadi rumputnya tidak harus baru atau segar terus,” kata Mansur, seperti dirilis pemalangkah.go.id.

Sebagai bentuk dukungan dari pemerintah daerah, Mansur menyerahkan bantuan suplemen makanan ternak, kepada perwakilan peternak di Desa setempat.

Selain itu, diserahkan pula bantuan dari Yayasan Al Asma 88 Pemalang, yaitu mesin pencacah rumput dan mesin pencukur domba, oleh Pembina Yayasan Manifas Zubair.

Pada saat yang sama dikukuhkan Kelompok Ternak Al Asma 88 Dukuh Cengis Desa Simpur oleh Plt Bupati Pemalang, disaksikan Plt Kepala Dinas Pertanian, pembina yayasan Al Asma 88 dan Camat Belik.

Sementara itu, Pengajar Institut Pertanian Bogor yang juga alumnus SMA Negeri 1 Pemalang, Indah Wijayanti, menjelaskan tujuan pelatihan adalah agar peternak bisa mandiri membuat pakan alternatif, pada saat musim kemarau. Pelatihan diadakan selama satu hari, diikuti oleh 26 peternak.

“Pelatihan pembuatan silase jadi pakan fermentasi ini tujuannya untuk para peternak bisa membuat pakan tanpa harus mencari rumput setiap hari. Apalagi kalau di musim kemarau di mana hijauan terbatas jadi silase ini bisa menjadi alternatif untuk pemberian makan. Karena dari sisi nutrisinya pada umumnya hampir semua ternak menyukai silase atau bentuk pakan fermentasi, “ ujar Indah.

Indah berharap dengan kegiatan seperti ini akan meningkatkan jumlah peternak khususnya peternak muda, sehingga Tahun 2023 Indonesia tidak terjadi krisis pangan karena tercukupi ketersediannya.

“Kita berharap akan tumbuh banyak peternak – peternak muda yang /mau bergelut di bidang peternakan demi untuk penyediaan pangan Indonesia sehingga nanti Tahun 2023 yang banyak para ahli katakan bahwa kita akan ada krisis pangan, mudah – mudahan di Indonesia tidak terjadi krisis karena dengan tumbuhnya peternak, maka ketersediaan pangan tercukupi,” imbuhnya.

Plt Kepala Dinas Pertanian Pemalang, Tetuko Raharjo menyampaikan upaya yang dilakukan Yayasan Al Asma 88, merupakan dukungan bagi ketersediaan pangan, khususnya daging di Kabupaten Pemalang.

Terlebih kebutuhan akan daging di Pemalang, meningkat setiap tahun, namun ketersediaan di Pemalang belum mencukupi.

Sehingga harus mendapatkan pasokan daging dari daerah lain. Dengan kelompok ternak yang dibina oleh Yayasan Al Asma 88, menurut Tetuko ke depan peternakan di Pemalang semakin berkembang dan kebutuhan daging dapat dipenuhi dari daerah sendiri. (HS-08)

Siswa PAUD Pemalang Ikuti Lomba Gebyar Aswaja Jateng

Bupati Purbalingga Tegaskan Pemkab Selalu Beri Perhatian pada Penyandang Disabilitas