in

Siap Layani Jemaah Haji, Pemerintah Indonesia Operasionalkan Klinik Kesehatan Haji Indonesia

Warga Indonesia yang mengikuti ibadah haji 2024 mendapat perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia Makkah (Foto : sehatnegeriku.kemkes.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kementerian Kesehatan telah mengoperasikan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), di Madinah dan Makkah, untuk memberikan pelayanan kepada jemaah asal Indonesia.

Sudah beroperasinya Klinik Kesehatan Haji Indonesia tersebut, disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kesehatan Tahun 1446H/2025M, Mohammad Imran.

Dia mengemukakan, KKHI difungsikan sebagai tempat perawatan dan rujukan bagi jemaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan, baik yang dirujuk dari Pos Kesehatan Kloter, Pos Kesehatan Sektor, maupun Pos Kesehatan Bandara.

Mereka yang sakit akan ditangani terlebih dahulu di Unit Gawat Darurat (UGD) KKHI, untuk kemudian menjalani proses triase, yaitu penggolongan tipe dan tingkat kegawatdaruratan pasien.

KKHI akan menangani hasil kondisi pasien pada tingkat kesakitan/cedera ringan dan sedang.

Namun jika hasil triase di level sedang dan berat atau kondisi gawat darurat, jemaah akan segera dilakukan resusitasi dan dirujuk ke rumah sakit pemerintah Arab Saudi (RSAS) untuk penanganan lanjutan.

“Selama masa perawatan, petugas kesehatan di KKHI juga memberikan edukasi dan penyuluhan kepada pasien serta keluarga atau jemaah lain, yang menjenguk,” kata Mohammad Imran, seperti dirilis sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Pelayanan kesehatan di KKHI bersifat kuratif dan rehabilitatif, dengan fokus pada pemulihan dan penyembuhan secara cepat dan tepat.

Jenis layanan yang tersedia meliputi penanganan gawat darurat, rawat inap, perawatan intensif di ICU dan HCU, serta pelayanan ambulans untuk proses rujukan dan evakuasi.

Di dalam menangani kasus psikiatri pada jemaah, KKHI memerlukan obat narkotika dan psikotropika.

Pada tahun ini, Badan POM Arab Saudi menerapkan aturan yang lebih ketat dengan melarang impor obat narkotika dan psikotropika.

Sehingga, untuk penyediaan obat tersebut, Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan Abeer Medical Group sebagai fasilitator dengan penyedia obat narkotika dan psikotropika.

Penyedia obat ini merupakan pihak yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Sebelumnya, sebanyak delapan kloter jemaah haji reguler gelombang pertama telah tiba di Arab Saudi pada 2 Mei 2025. Dari total 3.224 orang yang tiba, tercatat sekitar 83,24 persen di antaranya berisiko tinggi (risti). (HS-08)

RSUD Konawe Kepulauan Siap Jadi Rumah Sakit Rujukan Berkualitas di Kawasan Terpencil

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Senin (5/5/2025)