in

Sering Jadi Tempat Menyulut Petasan, Jl Raya Wonopringgo-Bojong Dirazia Polres Pekalongan

 

HALO PEKALONGAN – Tim Raimas Polres Pekalongan, menyisir wilayah Bojong, di Jl Raya Wonopringgo-Bojong Desa Menjangan Kecamatan Bojong, Senin (8/4/24).

Lokasi ini mendapat perhatian khusus, lantaran sering digunakan warga untuk menyulut petasan, terutama setelah shalat Subuh.

Kasat Samapta Polres Pekalongan, AKP Suhadi mengatakan pihaknya menurunkan Tim Raimas, untuk menyisir lokasi itu, mulai Subuh hingga pagi hari.

“Melalui patroli ini, kita antisipasi penyalaan petasan yang kian marak di bulan Ramadan ini,” kata Kasat Samapta, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Menurutnya kehadiran Polisi untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat serta mencegah tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Pekalongan.

Dalam kesempatan itu pula Polres Pekalongan memberikan imbauan kepada para remaja yang berada di lokasi tersebut, agar tidak membawa dan menyalakan petasan karena bisa membahayakan keselamatan.

“Kami juga melakukan penggeledahan kepada beberapa remaja, dan berhasil mengamankan petasan yang siap untuk diledakkan,” ungkap AKP Suhadi.

Dengan adanya imbauan dan langkah pencegahan ini, diharapkan masyarakat tidak lagi menyalakan petasan, karena sudah banyak korban sebagai bukti akibat ledakan petasan.

Viral

Sebelumnya viral di media sosial, terkait adanya seorang bocah di Pekalongan yang terkena ledakan petasan di bagian tangannya, Minggu (7/4/24).

Dalam video itu, nampak bocah yang sedang menangis memegangi tangannya yang terkena petasan.

Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas dari Polsek Sragi, ternyata berita itu benar adanya.

“Memang benar berita yang telah viral di medsos itu, bocah dalam video itu adalah DIL (10) warga Desa Tengengkulon Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan,” kata Kapolsek Sragi, AKP Suradi.

Dari penjelasan Kapolsek, bahwa pada Minggu (7/4/2024) sekitar pukul 17.00 WIB, para saksi yang saat itu duduk di lokasi dagangannya, tiba-tiba mendengar suara ledakan keras petasan. Namun saat itu para saksi tidak sadar kalau ada korban dalam ledakan itu.

Setelah itu, nampak pengendara motor yang berhenti di depan saksi dan mengatakan, ada orang yang terkena ledakan petasan.

Setelah mendengar itu, saksi segera ke lokasi kejadian yang jaraknya kurang lebih 10 meter dari tempat dagangan mereka.

Setibanya di lokasi, mereka melihat seorang anak sedang menangis sambil memegangi tangan kanan yang saat itu terluka dan mengeluarkan banyak darah.

Saksi kemudian meminta tolong kepada warga untuk membawa korban ke rumah sakit Siwalan dan selanjutnya di rujuk ke RSUD Kraton Pekalongan.

Polsek Sragi yang melakukan pengecekan di lokasi, menemukan banyak serpihan kertas bekas ledakan petasan.

Sementara itu, dari keterangan yang berhasil dihimpun, bahwa sekitar pukul 16.00 WIB, Minggu (7/4/2024) korban bermain ke rumah temannya di Tengengwetan.

Selanjutnya, mereka berdua membeli 2 buah petasan merk Leo dari seseorang.

“Korban membeli petasan seharga Rp 20 ribu, itu harga 1 buah petasan,” ungkap AKP Suradi.

Setelah membeli petasan, mereka menyalakan satu buah petasan di sebuah rumah kosong tidak jauh dari rumah teman korban.

Sesaat petasan dinyalakan, muncul niat korban untuk mematikan petasan tersebut dengan menginjaknya. Namun kemudian korban memegang petasan tersebut menggunakan tangannya.

“Pada saat petasan dipegang korban itulah, tiba-tiba meledak. Teman korban yang melihat kejadian itu langsung lari pulang ke rumah, sedangkan korban masih berada di lokasi kejadian sambil memegangi tangannya yang terluka,” terang AKP Suradi.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian tangan kanannya, dan sudah mendapatkan perawatan di RSUD Kraton Pekalongan.

Petugas dari Polsek Sragi yang mendapati informasi kejadian tersebut langsung melakukan penyelidikan terkait dengan petasan itu. (HS-08)

Rombongan Pemudik Sepeda Motor Dikawal Satlantas Polres Tegal Kota

Jelang Lebaran, Pusat Perbelanjaan di Semarang Diserbu Pengunjung