in

Semangat Gelar Halalbihalal, Pengurus PWRI Kradenan Blora Door to Door ke Rumah Anggota

 

HALO SEMARANG – Semangat ditunjukkan oleh para pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Kradenan, dalam menyelenggarakan kegiatan halalbihalal 1446 H, di gedung MTA Kecamatan Kradenan, belum lama ini.

Di bawah kepemimpinan Sutikno, para pengurus menyambangi rumah-rumah anggota, guna bersilaturahmi dan mengundang mereka untuk menghadiri acara tersebut.

Sutikno bersama sebagian pengurus PWRI Kradenan, sebelum juga bertandang ke rumah Ketua PWRI Kabupaten Blora dan Camat Kradenan.

Sutikno mengaku memiliki keinginan kuat agar momentum halalbihalal ini bisa membangkitkan motivasi diri, dalam berbenah dan berkiprah untuk mengembangkan dan memajukan PWRI Kecamatan Kradenan.

Sutikno juga sangat berharap agar para purnatugas di seluruh Kecamatan Kradenan, masih bersedia mengabdi dan berkiprah melalui organisasi PWRI, agar mereka lebih bermanfaat bagi orang lain selama menikmati masa pensiun.

Ia juga memohon arahan, dukungan dan bantuan dari Camat Kradenan, Tarkun, agar PWRI Kecamatan Kradenan bisa berkembang dan maju.

Camat Kradenan, Tarkun, seperti dirilis blorakab.go.id menegaskan bahwa dirinya siap memberi arahan, dukungan dan bantuan untuk pengembangan dan kemajuan organisasi PWRI.

Ia juga menyarankan agar pengurus PWRI Kecamatan Kradenan, aktif melakukan silaturahmi, baik kepada ASN yang sudah purnatugas maupun ASN yang akan memasuki masa pensiun.

“Tebarkan budaya kepyur (berbagi-Red) dan komunikasi yang ramah lingkungan. Karena sebagai orang jawa kita sudah diwarisi pitutur luhur,” tuturnya.

Ia menyebut “Pager mangkok luwih becik tinibang pager tembok atau pagar mangkok lebih baik dari pada pagar tembok”.

Ungkapan tersebut mengandung makna, bahwa berbagi dan menjaga hubungan baik antartetangga lebih baik dari pada bergantung pada tembok sebagai pagar.

Peribahasa tersebut mengajarkan kepada kita bahwa untuk saling peduli, berbagi/kepyur memberi pengaruh nyata dalam menciptakan K3 : Kerukunan, Keguyuban dan Kedamaian.

Tarkun memang dikenal sebagai sosok pemimpin yang pemberani dan suka berbagi serta tangguh dalam kegiatan operasional di lapangan.

Ia memiliki semboyan loyalitas harga mati dan ikhlas dalam pengabdian.

 

“Selamat hari raya Idufitri mohon maaf lahir batin semoga melalui kegiatan halalbihalal mampu membangkitkan semangat baru untuk sesarengan mbangun Blora,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Ketua PWRI Kabupaten Blora, Bambang Sulistya memberi apresiasi positif atas terselenggaranya halalbihalal 1446 H.

Menurut dia, dengan kegiatan halalbihalal, para pengurus dan anggota PWRI telah berupaya untuk membangun tali silaturahmi dan membangkitkan motivasi diri untuk meningkatkan kerukunan dan keimanan.

“Saya mendorong dan mengajak semua yang hadir untuk terus berbuat baik. Karena orang berbuat baik akan mendapatkan pahala, membawa kebahagian, hati menjadi tenang dan akan menciptakan kedamaian hidup,” tandasnya.

Mantan Sekda Blora itu mengingatkan, setiap kebaikan adalah merupakan sebagai investasi diri untuk kesuksesan di masa depan.

“Mengingat setiap kebaikan yang kita lakukan pasti akan membawa manfaat baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain,” kata dia.

Di samping itu saya meminta kepada pengurus PWRI Kecamatan Kradenan, dalam upaya pengembangan dan kemajuan PWRI hendaknya setiap langkah dan kiprah selalu dilandasi oleh sesanti, “Setiap detik untuk berbuat baik dan setiap melangkah untuk beribadah”.

Intensifkan untuk berkoordinasi dan berkolaborisi serta bersinergi dengan pihak terkait.

“Jangan lupa dan sungkan mohon arahan dan petunjuk dari Camat ketika dibutuhkan untuk memberi solusi terhadap persoalan yang pelik dan komplek,” pesan Bambang Sulistya.

Kemudian tausiah halalbihalal disampaikan oleh Ustaz Masruh, mantan Kepala SD.

Ia mengajak kepada seluruh peserta halalbihal untuk tetap menjaga sikap-sikap positif dan mengendalikan diri dari nafsu aluamah, sufiah dan amarah yang ada diri manusia.

Jangan sampai modal kebaikan yang kita peroleh dalam bulan Ramadan hilang kembali kondisinya seperti sebelum Ramadan.

Manusia dilarang untuk menyombongkan diri karena kedudukan, pangkat, harta kekayaan, keturunan dan merendahkan martabat orang-orang yang kurang beruntung.

Karena hanya ketakwaan kepada Allah yang menjadikan seseorang berbeda dan mulia dimata-Nya.

Seperti yang tersurat pada Hadist Riwayat Bukhari, “Orang yang paling mulia di antara mereka disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara mereka”.

Para ulama mendefinisikan takwa adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya baik dalam keadaan sepi maupun ramai,lahir dan juga batin.

Kegiatan halalbihalal diakhiri dengan agenda bersalam-salam dan menikmati kuliner bersama dengan menu istimewa ala wredatama Kecamatan Kradenan. (HS-08)

Pemkab Rembang Dukung Kolaborasi 56 Penulis Angkat Gagasan RA Kartini

Ribuan Pelari Ramaikan Event Bima Cepu Run 25 di Blora