HALO SEMARANG – Selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, benar-benar dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat Semarang dan sekitarnya untuk berkunjung ke sejumlah objek wisata Kota Semarang. Bahkan jumlah kunjungan di tempat wisata tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dari sebelum libur Natal dan Tahun Baru 2022.
Seperti yang tercatat di objek wisata Grand Maerokoco PRPP, jumlah pengunjung selama libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) mengalami peningkatan sekitar 50 sampai 100 persen dibandingkan dengan weekend atau hari Sabtu dan Minggu sebelum masa libur. Biasanya, pada hari Minggu, jumlah kunjungan sekitar 2 ribu orang. Pada hari Minggu, saat libur Natal dan Tahun Baru, jumlah pengunjung naik dua kali lipatnya, yakni 4 ribu orang.
Direktur PRPP Jawa Tengah, Titah Listio Rini mengatakan, jumlah kunjungan wisata di Grand Maerokoco, khususnya selama libur Natal dan tahun baru, cukup bagus. Total pengunjung, selama satu pekan atau sejak Natal dan Tahun Baru di objek wisata yang menampilkan wahana Lumina, dengan mengusung konsep rumah adat mancanegara itu, mencapai sekitar 15 ribu orang.
“Pengunjung pada hari Minggu sebelum Nataru, sekitar 2 ribu orang. Tapi pada hari Minggu (26/12/2021) dan Minggu (2/1/2022) saat libur Nataru, pengunjung naik sua kali lipatnya, rata-rata jadi 4 ribu orang,” terangnya, saat dihubungi Halosemarang.id, Minggu (9/1/2022).
Dikatakan dia, sedangkan untuk pada hari biasa atau weekday sebelum Nataru, rata-rata tingkat kunjungan sebanyak 600 orang. “Saat selama libur Nataru, pada hari biasa jumlah kunjungan naik jadi sekitar 1.200 orang,” imbuhnya.
Memang, lanjut dia, saat Hari Raya Natal tanggal 25 Desember 2021 sempat turun hujan, sehingga mempengaruhi jumlah kunjungan di Grand Maerokoco.
“Namun, tetap ada peningkatan jumlah kunjungan, meski sempat siangnya turun hujan, dengan tingkat kunjungan naik 25 sampai 30 persen karena dipengaruhi faktor cuaca,” paparnya.
Seiiring dengan peningkatan jumlah pengunjung, pihak pengelola tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.
“Kami fokuskan pengunjung untuk patuh prokes, dengan syarat masuk sudah divaksin dan sudah terskrining dengan aplikasi peduli lindungi. Mereka diwajibkan scan barcode aplikasi peduli lindungi, jika berwarna hijau atau kuning baru bisa boleh masuk,” katanya.
Hal ini diterapkan pengelola tempat wisata dengan wahana hutan mangrovenya, agar pengunjung merasa nyaman dan aman saat berwisata bersama keluarga.
“Kami juga mengingatkan pengunjung di dalam area wisata yang sempat membuka masker saat akan berfoto, untuk diimbau memakai maskernya kembali. Jangan sampai prokes lengah, dan kami selalu ingatkan kepada pengunjung melalui petugas,” katanya.
Adanya peningkatan, jumlah kunjungan di Grand Maerokoco, setelah adanya pelonggaran dari pemerintah yang saat itu masih berada di level 1 PPKM. Sehingga pengunjung di tempat wisata masih membolehkan 75 persen dari kapasitas.
“Kalau dari kapasitas Grand Maerokoco sendiri, maksimal sebanyak 7.500 orang, dari kapasitas 10 ribu orang,” terangnya.
Sementara itu, jumlah pengunjung di museum Lawang Sewu Semarang juga terlihat mengalami trend peningkatan mendekati libur Nataru. Dari data pengelola Museum Lawang Sewu, mencatat pada bulan Desember lalu, rata-rata jumlah kunjungan di museum Lawang Sewu saat hari Senin sampai Jumat (weekday) mencapai 1.300 pengunjung. Jumlah kunjungan tersebut, naik 150 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan bulan November lalu. Sedangkan, untuk setiap weekend atau Sabtu dan Minggu, di bulan Desember, rata-rata jumlah kunjungan di angka 4.500 orang, atau naik sekitar 125 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan di bulan sebelumnya.(HS)