in

Selain Harga Cabai dan Bawang Merah yang Melonjak, Harga Daging Ayam juga Ikut Naik

Selain Harga Cabai dan Bawang Merah yang Melonjak, Harga Daging Ayam Juga Ikut Naik

HALO SEMARANG – Selain harga cabai rawit merah yang mengalami kenaikan cukup signifikan di pasar tradisional Kota Semarang, komoditas kebutuhan pangan lain yakni daging ayam juga cenderung naik.

Seperti dari pantauan di Pasar Langgar Kota Semarang, selain harga cabai rawit merah yang melonjak hingga Rp 80 ribu/kg, juga ada kenaikan pada harga daging ayam yang menjadi Rp 36 ribu/kg dari sebelumnya Rp 34 ribu/kg.

Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Langgar, Junaidi (40) mengaku, ada kenaikan harga daging ayam dari Rp 34 ribu/kg menjadi Rp 36 ribu/kg, atau naik Rp 2.000 per kilogramnya.

“Kenaikan harga ayam ini sejak Rabu (8/6/2022), kenaikan harga berkisar Rp 2 ribu/kg. Sekarang harga daging Rp 36 ribu/kg dari harga Rp 34 ribu/kg,” ujarnya, Kamis (9/6/2022).

Dia menjelaskan, harga daging ayam di pasaran mengikuti distributor atau pemasok daging ayam.

“Kalau harga daging ayam tidak bisa diprediksi, bisa naik dan bisa turun juga. Tergantung dari pemasok yang menjual ke pedagang,” katanya.

Ditambahkannya, dia setiap hari bisa menjual sekitar 40 ekor per harinya.

“Kalau sekarang harga daging ayam cenderungnya naik sejak beberapa hari terakhir,” ujarnya.

Sedangkan harga daging sapi berkisar Rp 110 ribu/kg-Rp 120 ribu/kg. Serta harga telur ayam masih cenderung tinggi di kisaran Rp 28 ribu/kg-Rp 30 ribu/kg.

Sementara itu, selain harga cabai rawit merah, komoditas pertanian lain seperti bawang merah juga ada kenaikan menjadi Rp 58 ribu/kg dari harga sebelumnya Rp 42 ribu/kg. Sedangkan harga bawang putih masih stabil yaitu berkisar Rp 36 ribu/kg-Rp 38 ribu/kg.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur mengatakan, harga cabai rawit merah di Kota Semarang memang ada lonjakan yang berarti, namun tidak seperti yang terjadi di Jakarta yang melonjak sangat drastis.

Harga cabai rawit merah saat ini di Kota Semarang yaitu Rp 80 ribu/kg dari kisaran Rp 60-70 ribu/kg. Dan harga bawang merah Rp 58 ribu/kg dari sebelumnya Rp 42 ribu/kg.

Dikatakan Hernowo, kenaikan harga cabai rawit merah dan bawang merah serta komoditas lainnya disebabkan utamanya karena faktor cuaca yaitu saat ini curah hujan cukup tinggi. Sehingga mempengaruhi produksi pertanian terutama komoditas cabai dan bawang merah yang tidak optimal.

“Karena tanaman cabai, bawang merah saat cuaca hujan tinggi mudah terserang jamur. Sehingga membuat panen cabai menjadi berkurang. Akibatnya harga di pasaran menjadi tinggi,” katanya, Kamis (9/6/2022).

Apalagi mengingat Kota Semarang bukan sentral produksi cabai maupun bawang merah, sehingga harganya tergantung dari luar daerah yang merupakan penghasil komoditas pertanian. Seperti daerah sekitar Kota Semarang atau hinterland yakni daerah Ungaran, Kendal dan Demak.

“Jadi otomatis dampaknya berpengaruh pada kenaikan harga cabai dan bawang merah di Semarang karena dipasok dari daerah sekitar Semarang,” imbuhnya.

Dikatakan Hernowo, upaya pihaknya dengan adajya kenaikan harga komoditas pertanian ini, adalah salah satunya dengan menggalakkan gerakan urban farming di masyarakat.

“Tanaman cabai dan bawang sudah banyak dilakukan di masyarakat, tapi memang panen juga tidak optimal. Karena jika cabai dan bawang hanya diproduksi di skala rumah tangga masih kecil,” terangnya.

Selain itu, salah satu cara menekan biaya ketika harga cabai melonjak yaitu dengan cara berlahan mengubah pola konsumsi cabai di masyarakat. Yakni dengan mengonsumsi cabai yang tidak basah atau bubuk cabai.

“Jadi bisa menjadi cara alternatif agar mengurangi pengeluaran masyarakat saat harga cabai saat ini sedang tinggi,” pungkasnya. (HS-06)

Ratusan Korban Investasi Bodong Rugi hingga Puluhan Miliar

Merasa Ditipu Pengembang Perumahan Di Tembalang, 21 Warga Mengadu Ke BKBHM FH Unissula