HALO JEPARA – Sekda Jepara, Edy Sujatmiko menginstruksikan jajarannya untuk mengintegrasikan seluruh aplikasi, informasi, dan data dalam satu wadah bernama Satu Manajemen Untuk Data Jepara (Samudra).
Hal itu ditekankan Sekda Jepara, Edy Sujatmiko, dalam rapat di Ruang Command Center, Selasa (2/7/2024).
Rapat diikuti sejumlah pimpinan perangkat daerah dan perwakilan stakeholder terkait, termasuk Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Lebih lanjut, Sekda Jepara, Edy Sujatmiko menyampaikan bahwa Aplikasi Samudra ini, merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), agar pemerintah tidak mengeluarkan terlalu banyak aplikasi baru, dan menggabungkan aplikasi yang ada dalam satu wadah.
“Di Jepara tercatat ada 413 aplikasi, belum aplikasi dari instansi vertikal. Ini perlu kita koordinasikan agar bisa terintegrasi dalam satu aplikasi,” kata dia, seperti dirilis jepara.go.id.
Menurutnya, gagasan ini perlu disambut positif dan meminta instansi terkait untuk saling terintegrasi dan mengesampingkan ego sektoral.
Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan dan memperoleh informasi secara mudah dan tepat.
Sebab dalam aplikasi tersebut memuat informasi yang berguna bagi masyarakat seperti akses cctv secara real time di 4 titik sentral, informasi ketersediaan darah PMI, informasi ketersediaan ruang inap di rumah sakit dan puskesmas, hingga informasi penyebrangan kapal menuju Karimunjawa.
“Biaya untuk update satu aplikasi di masing-masing OPD ini cukup besar, totalnya Rp1,3 miliar. Ini perlu kita lakukan efisiensi, salah satunya melalui integrasi ini,” ujarnya.
Edy juga menilai dengan adanya Samudra dapat mengurangi potensi kehilangan data. Ia menjelaskan bahwa di era digital ini data menjadi sumberdaya yang paling penting dan berharga, bahkan nilainya lebih mahal daripada minyak.
Untuk itu dirinya meminta kepada perangkat daerah yang memiliki aplikasi dan menyimpan data untuk tidak memasrahkan datanya pada satu orang atau satu pihak.
“Jangan sampai kita kehilangan data karena kita terlalu percaya pada satu pihak, kita juga harus memiliki misalnya kata sandi dan tahu mendalam aplikasi yang kita punya. Kalau terjadi sesuatu, kita bisa antisipasi,” tandasnya.
Terkait keamanan siber dan data, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Arif Darmawan menyampaikan pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusianya.
“Saat ini kami telah mengirim 5 orang dari Diskominfo untuk mengikuti pelatihan terkait keamanan siber,” kata Arif.
Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari serangan siber yang marak melanda sistem pemerintahan dan sebagai antisipasi agar Pemerintah Kabupaten Jepara tidak terdampak serangan siber.
Mengenai aplikasi Samudra, Arif memohon dukungan seluruh pihak yang terlibat agar mendukung upaya pemerintah sebagaimana arahan yang disampaikan Sekda Edy Sujatmiko dan Surat Edaran Sekda tanggal 4 Desember 2023.
“Mohon dukungannya agar data yang kita sajikan ini real-time. Harapannya nanti juga tersedia informasi dan pemesanan hotel, kuliner, dan UMKM agar perekonomian di Jepara ini juga meningkat,” imbuhnya.
Aplikasi Samudra ini sudah dapat dimanfaatkan masyarakat Jepara, dengan mengunduh melalui Google Playstore atau dapat diakses melalui website samudra.jepara.go.id (HS-08)