HALO KENDAL – Akibat penumpukan sedimen di saluran irigasi, empat desa di Kabupaten Kendal terancam gagal tanam. Keempat desa yaitu Korowelangkulon dan Korowelanganyar di Kecamatan Cepiring, serta Pidodowetan dan Pidodokulon di Kecamatan Patebon.
Penumpukan endapan lumpur di saluran irigasi sepanjang kurang leboh 1,5 kilometer tersebut dikeluhkan para petani.
Kepala Desa Korowelangkulon, Gunoto berharap kepada pihak Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), untuk melakukan pengerukan sedimen, karena penumpukannya sudah tinggi.
“Bahkan antara jalan dengan lumpur malaj tinggian lumpurnya. Itu kalau hujan air sungai masuk ke pemukiman warga,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Senada diungkapkan Kepala Desa Korowelanganyar, Eko Tri Hardono, yang juga menyebut saluran irigasi yang berada di desanya sudah sangat mengkhawatirkan.
“Endapan sedimen itu dari jalan cuma selisih kurang lebih satu sampai dua jengkal tangan saja. Untuk itu kami berharap dilakukan pengerukan,” jelasnya.
Eko berharap kepada pihak PSDA, untuk segera menurunkan alat berat di karenakan petani sudah mulai menyemai bibit padi, akan tetapi air tidak dapat masuk ke persawahan.
“Soalnya Desa untuk menganggarkan padat karya sudah tidak mampu lagi, jadi kami mohon kedapa pihak terkait untuk melakukan normalisasi sungai dalam 1 tahun bisa dua kali agar pengendapan sediman tidak seperti saat ini,” ungkap Eko.
Sementara Kepala Desa Pidodowetan, Siti Mudrikah juga berharap, pihak PSDA lebih memperhatikan pemeliharaan irigasi. Menurutnya selama ini sudah dilakukan melalui program padat karya, tapi hasilnya kurang maksimal.
“Kami berharap kepada pihak PSDA, dapat segera menurunkan alat berat untuk pengerukan, agar bisa lebih maksimal pengerukannya,” tegasnya.
Sedangkan Kepala Desa Pidodokulon, Didik Prastiawan menambahkan, adanya penumpukan sedimen di saluran irigasi tersebut, desanyalah yang paling terdampak.
“Pada tahun 2024 dari kelompok tani dan Pemerintah Desa Pidodokulon sudah melaksanakan pengerukan secara swadaya, dengan cara iuran untuk menurunkan alat berat demi memperlancar aliran irigasi,” bebernya.
Sama seperti kades lainnya, Didik juga berharap, dari PSDA dapat mengerahkan alat berat untuk dilakukan pengerukan sedimen di saluran-saluran irigasi
“Harapan saya untuk tahun ini dari PSDA mau menurunkan alat berat untuk pengerukan secepatnya karena benih padi sudah si semai akan tetapi air tidak bisa masuk ke lahan pertanian,” harapnya.
Harapan untuk pengerukan juga disampaikan salah seorang petani setempat, Kiswanto. Menurutnya, hanya alat berat dari dinas terkait yang bsa mengatasi persoalan sedimen di saluran irigasi empat desa tersebut.
“Kami sangat berharap kepada pihak terkait untuk melakukan pengerukan lumpur di saluran irigasi. Karena kalau tidak, maka kami akan gagal tanam padi. Dan kami hanya bergantung dari hasil pertanian untuk mencukupi keluarga,” ungkap Kiswanto.(HS)