HALO SEMARANG – Sudah sebulan sejak peristiwa kebakaran di Depo Partamina Plumpang, Jumat (3/3/2023) lalu, hingga Senin (3/4/2023) Polri belum selesai menangani kasus tersebut.
Penyidik Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya sudah memeriksa 54 orang saksi kasus kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, yang menyebabkan 33 orang meninggal itu.
Karo Penmas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menerangkan saksi yang terbaru diperiksa berasal dari pihak BMKG dan Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM.
“Hingga kini sudah 54 orang yang dimintai keterangan, terkait peristiwa tersebut. Dari pihak Pertamina, ada dari BMKG, dari Ditjen Migas dan dari warga masyarakat,” kata Ahmad Ramadhan, Senin (3/4/2023), seperti dirilis laman Polda Metro Jaya.
Meski begitu, Ramadhan belum mau menjelaskan secara detail sudah sejauh mana proses penyelidikan dilakukan.
Dirinya hanya menyampaikan pemeriksaan para saksi dibutuhkan untuk mendalami penyebab insiden itu.
Untuk diketahui, Kebakaran melanda Depo Pertamina di Plumpang terjadi pada Jumat (3/3/2023) lalu sekitar pukul 20.11 WIB.
Sebanyak 33 orang dilaporkan meninggal dunia, serta puluhan mengalami luka bakar atas insiden tersebut.
Sebelumnya, Polri juga memanggil ahli minyak dan gas, untuk memperoleh informasi lebih dalam, mengenai kasus kebakaran Depo Plumpang.
Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan, penyidik hendak menggali duduk perkara dan informasi seputar pengelolaan depo.
Hal itu dilakukan untuk menentukan, peristiwa kebakaran itu termasuk force majeur atau human error.
Sementara itu terkait kasus ledakan di Kilang Pertamina RU II Dumai, Polri juga telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan.
“Kapolres dan pihak terkait telah melakukan pencegahan,” ujar Kapolda Riau, Irjen Pol Muhammad Iqbal, seperti dirilis tribratanews.polri.go.id, Minggu (2/4/2023).
Dia mengatakan, segera setelah peristiwa itu, api dapat dipadamkan dan pihak-pihak terkait juga tengah menenangkan masyarakat sekitar.
“Memang ada beberapa korban, namun hingga kini belum ada tercatat korban jiwa dalam kejadian ini,” jelasnya.
Sebelumnya diketahui terjadi dentuman keras disertai getaran kuat, berasal dari dalam kawasan Kilang Minyak Putri Tujuh Pertamina RU II Dumai, pada Sabtu malam sekitar pukul 22.40 WIB.
Peristiwa itu sontak membuat warga yang terdekat dengan kilang minyak, yaitu di Kelurahan Jaya Mukti dan Tanjung Palas, berhamburan keluar rumah.
Sesaat kemudian, ratusan warga berdesakan di pintu gerbang kilang minyak, untuk melihat kondisi sebenarnya.
Aparat Polri dan TNI pun, langsung melapisi penjagaan, untuk mencegah warga yang antusias mendekat.
Selain itu, terpantau arus lalu lintas di sekitar kilang minyak di Jalan Putri Tujuh menjadi macet total karena banyak kendaraan berhenti.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Sandi Nugroho, mengatakan penyidik Polri terlebih dahulu mendalami informasi terkait kejadian tersebut, termasuk untuk mengetahui kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa itu.
Menurut dia, penyelidikan akan dilakukan sesuai protap, seperti di Depo Plumpang, Jakarta Utara.
“Kami pastikan informasinya dan bila benar, protap seperti tempat kejadian perkara di Plumpang akan kami laksanakan (penyelidikan),” kata Sandi, Minggu (2/4/2023). (HS-08)