HALO BLORA – Sebagian besar sampah di Kabupaten Blora, ternyata tidak terkelola dengan baik. Bahkan hanya sebagian kecil sampah yang dapat terangkut ke Tempat Penampungan Akhir (TPA).
Hal itu diungkapkan Eko Arifianto, dari Lembaga Konservasi Lingkungan Hijau Blora, di sela-sela lomba menggambar untuk pelajar SD atau sedrajat se – Kabupaten Blora, Minggu (25/2/2024).
Lomba yang mengangkat isu lingkungan hidup itu, diselengarakan oleh Teh Point Indonesia, di Gor Kolonel Sunandar, dibuka oleh Bupati Blora, Arief Rohman dan dihadiri Bunda Paud Ainia Shalichah, perwakilan Dinas Pendidikan, dan aktivis pecinta lingkungan.
Lebih lanjut Eko mengatakan, dari data yang ada, pada 2022 volume produksi sampah per hari di Kabupaten Blora adalah sebanyak 147,80 ton dari Blora dan 120,06 ton dari Cepu sehingga total ada 267,86 ton.
Dari jumlah itu, yang terangkut ke TPA hanya 73,54 ton atau 27,45 persen, masing-masing 40,49 ton ke TPA Blora dan 33,05 ton ke Cepu.
“Artinya hanya kurang dari sepertiga produksi sampah di Blora saja yang bisa terangkut hingga sampai ke TPA. Sisanya 194, 32 ton lainnya tentunya bertebaran ke mana-mana, termasuk di drainase yang ada,” kata dia, seperti dirilis blorakab.go.id.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh pemilik usaha dan seluruh masyarakat Blora, untuk bisa bersama sama menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah di sembarang tempat.
Eko juga mengapresiasi penyelenggara lomba menggambar dengan tema peduli lingkungan tersebut.
“Kami terima kasih kepada teman teman teh point Indonesia. Karena memang ini salah satu bentuk tanggung jawab kepedulian dari perusahaan terhadap sampah yang diproduksinya, semoga acara seperti ini bisa terus diangkat dengan isu isu ingkungan, sekaligus pemikiran pemikiran ini juga dilakukan oleh unit usaha lain untuk bersama mewujudkan tata kelola sampah yang lebih baik di Kabupaten Blora,” ucapnya.
Menurutnya sampah adalah masalah dan tanggung jawab bersama. Setiap orang menghasilkan sampah. Setiap hari, sepanjang tahun. Bertambahnya populasi penduduk di Kabupaten Blora saat ini, masih berbanding lurus dengan bertambahnya produksi sampah yang ada.
“Penanganan sampah secara sistematis dapat menjadi salah satu indikator jalannya tata kelola pemerintahan yang baik. Sehingga visi misi pembangunan Kabupaten Blora selain pembangunan infrastruktur yang baik juga terwujud tata lingkungan yang berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara itu Bupati Blora, Arief Rohman mengapresiasi atas dilaksanakannya lomba menggambar tingkat SD/ Sedrajat tersebut.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Blora, saya mengapresiasi terlaksananya lomba menggambar ini. memberikan wadah bagi generasi penerus bangsa, untuk mengekspresikan kreativitasnya,” ucapnya.
Dia berharap kegiatan semacam ini ( lomba menggambar ) hendaknya terus dikembangkan untuk mendorong lahirnya seniman-seniman baru yang kreatif, sekaligus ide-ide luar biasa dapat muncul dan tertuang dalam karya hebat.
Dalam kesempatan yang sama pimpinan Teh Point Indonesia, Respati Krisna Murti menjelaskan setidaknya 150 peserta ikut meramaikan lomba menggambar yang baru pertama kali digelar ini.
“Kami berusaha, menggugah teman teman semua untuk peduli lingkungan sehingga kami punya ide untuk kegiatan ini, hal ini juga sekaligus untuk mendukung visi misi Kabupaten Blora dalam upaya mendukung kepedulian lingkungan,” jelasya.
Dengan kegiatan ini, pihaknya berharap ke depan sampah sampah plastik yang dihasilkan oleh perusahaan bisa fokus pada kepedulian lingkungan terutama di sampah plastik yang dihasilkan.
Untuk saat ini, teh point Indonesia memiliki 150 outlet yang tersebar di wilayah jawa tengah dan jawa timur.
“Di Blora juga sudah ada di setiap kecamatan, dan paling jauh ada di malang, jawa timur, oleh sebab itu kami terus berupaya mengangkat isu isu lingkungan untuk tetap menjaga lingkungan sekitar,” tuturnya. (HS-08).