HALO KENDAL – Satu jemaah haji asal Kabupaten Kendal dikabarkan meninggal dunia di Arab Saudi saat menjalankan ibadah haji tahun 2022 ini. Hal tersebut disampaikan Kepala Kemenag Kabupaten Kendal, Mahrus, saat menyambut kedatangan kloter 10 jemaah haji di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Jumat (22/7/2022).
Dikatakan, jumlah jemaah haji dari Kabupaten Kendal yang berangkat ke tanah suci sebanyak 493, yang dibagi dalam dua kloter. Yakni kloter 10 dengan 308 jemaah dan kloter 11 dengan 185 jemaah.
“Untuk kloter 10 ini ada 308 jemaah yang sudah datang. Sedangkan kloter 11 ada 184 jemaah. Karena ada satu jemaah yang meninggal di tanah suci. Untuk kloter 11, Insya-Allah akan datang besok dinihari pukul 01.55 WIB,” ungkapnya.
Mahrus menjelaskan, untuk jemaah haji yang meninggal atas nama Mustaji bin Mukri (59), asal Dukuh Kacangan, Desa Sendangkulon, Kecamatan Kangkung.
“Sementara untuk tiga jemaah haji yang mengalami sakit langsung dibawa ke rumah sakit. Yang dibawa ke RS Muwardi Solo, jemaah atas nama Agus dan ibu Kustiyah. Sedangkan jemaah atas nama Tri Widiono dibawa ke RSUD Dr Soewondo Kendal. Ketiganya menderita diabetes dan sudah pernah keluar masuk rumah sakit,” bebernya.
Ditambahkan, semua jemaah dari kloter 10 yang tiba, sudah menjalani PCR dan dinyatakan negatif.
“Saya mengimbau kepada jemaah, saat tiba di rumah supaya langsung mandi dan ganti baju terlebih dahulu, sebelum berjabat tangan dan berpelukan dengan sanak saudara maupun tetangga,” imbuh Mahrus.
Sementara suasana haru terlihat di Pendopo Tumenggung Bahurekso, ratusan warga menangis saat menjemput kedatangan keluarga yang pulang dari tanah suci.
Salah seorang jemaah asal Desa Kebonadem Kecamatan Brangsong, Sarnoto menuturkan, suhu di Mekkah agak tinggi. Namun setelah penyesuaian para jemaah tidak merasa kepanasan.
Ia juga mengungkapkan, terkait peristiwa mati lampu di terowongan Mina. Menurutnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Karena rata-rata para jemaah haji menggunakan handphone untuk menerangi lokasi terowongan.
“Jemaah haji tahun ini, yang teristimewa. Karena ketika tawaf longgar tidak berdesak-desakan. Sebab tahun ini dibatasi,” ungkapnya.(HS)