HALO KENDAL – Diklat Azfa Indonesia (DAI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus). Penandatanganan dan audiensi dilakukan langsung di kampus Unimus dan disambut hangat oleh jajaran pimpinan universitas.
Hadir dalam pertemuan Ketua Yayasan Diklat Azfa Indonesia, Ahmad Syaifudin SSi MM bersama CEO Diklat Azfa Indonesia, Angguna Hanif SH MKn, dan disambut langsung Rektor Unimus, Prof Dr H Masrukhi MPd, didampingi Wakil Rektor IV bidang Kerjasama, Muhammad Yusuf SSTPi MSi PhD.
Pada kesemoatan itu, Ketua Yayasan DAI, Ahmad Syaifudin mengatakan, tujuan utama kerja sama ini adalah untuk membangun kerja sama jangka panjang antara DAI dan Unimus lewat jalur atlet.
“Bukti nyata dari kerja sama ini, sudah ada siswa Diklat Azfa yang diterima di Unimus dengan jalur beasiswa atlet tahun ini. Ke depan, bibit-bibit pemain muda dari Diklat Azfa akan diproyeksikan melanjutkan pendidikan tinggi di Unimus tanpa terbentur biaya,” ujar Kang Asep sapaan akrabnya.
Ahmad Syaifudin juga mengucapkan terima kasih kepada Rektor Unimus, yang telah menerima langsung kedatangan dan memberikan kesempatan beasiswa penuh kepada santri DAI melalui jalur prestasi atlet.
“Alhamdulillah, ini mimpi kami yang terwujud. Anak-anak DAI tidak perlu memilih antara bola atau sekolah. Di Azfa kami pegang teguh tagline Sepakbola OK, Ngaji OK, Sekolah OK. Dengan adanya beasiswa full dari Unimus, jalan mereka menjadi lebih terang,” ungkapnya.
Rektor Unimus, Prof Masrukhi, pada kesempatan itu menyampaikan apresiasinya kepada DAI yang selama ini telah menjalin kerja sama yang baik.
“Unimus sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan lembaga pembinaan seperti Diklat Azfa ini. Beasiswa full, adalah bentuk komitmen kami, yang ingin melahirkan atlet, yang tidak hanya berprestasi di lapangan, tapi juga cerdas secara akademik dan berakhlak mulia,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Unimus, Muhammad Yusuf menambahkan, kerja sama ini diarahkan untuk jangka panjang.
“Kami akan buka pintu selebar-lebarnya untuk atlet binaan Diklat Azfa Indonesia. Harapannya ini jadi model pembinaan berkelanjutan antara dunia pendidikan dan dunia olahraga,” ujarnya.
Sedangkan CEO DAI, Angguna Hanif menegaskan, kerja sama ini bukan hanya soal beasiswa, namun lebih tentang masa depan anak-anak.
“Kami ingin memastikan setiap pemain Diklat Azfa punya jaminan pendidikan tinggi. Terima kasih kepads Unimus yang sudah memberikan kepercayaan kepada kami,” tandasnya.
Dengan adanya kerja sama ini, DAI semakin optimis mampu mencetak generasi atlet yang berprestasi, berpendidikan, dan berkarakter.
Sedikit tentang Diklat Azfa Indonesia (DAI) yang bermarkas di Cepiring, Kabupaten Kendal, adalah sebuah lembaga pembinaan sepakbola usia dini berbasis karakter. Diklat ini menggabungkan tiga pilar, yaitu sepak bola, mengaji dan sekolah. (HS-06)


