HALO SEMARANG – Rektor Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus (UHN-IGB) Sugriwa Denpasar, I Gusti Ngurah Sudiana, mengucapkan selamat memperingati Hari Raya Tri Suci Waisak 2568 BE/2024 kepada umat Buddha di seluruh Indonesia.
I Gusti Ngurah Sudiana menyampaikan pesan kepada semua umat Buddha dan seluruh masyakat, khususnya bagi segenap civitas academica UHN, agar terus dapat merekatkan persatuan dan kesatuan berbangsa.
“Kami, umat Hindu dan civitas UHN-IGB Sugriwa mengucapakan selamat merayakan hari Waisak 2568 BE kepada saudara-saudara kita umat Buddha. Semoga dengan perayaan Waisak ini masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia semakin merekatkan persatuan dan kesatuan berbangsa,” kata I Gusti Ngurah Sudiana, di Bali Kamis (23/5/2024), seperti dirilis kemenag.go.id.
“Dengan terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, Tanah Air Indonesia pasti tidak akan mudah digoyahkan oleh berbagai tantangan yang ada,” lanjut I Gusti Ngurah Sudiana.
I Gusti Ngurah Sudiana menyampaikan bahwa perayaan Tri Suci Waisak ini juga diharapkan dapat membawa kedamaian bagi semua pihak.
Terlebih lagi saat ini sedang dilaksanakan gelaran World Water Forum (WWF) ke–10 yang berlangsung pada 18–25 Mei 2024 di Nusa Dua, Bali.
“Umat Buddha yang menanti detik-detik puncak perayaan Tri Suci Waisak, banyak melaksanakan doa-doa untuk kedamaian bangsa. Seperti pengambilan Api Dharma dan Air Suci, sebagai rangkaian Waisak. Itu sejalan dengan gelaran WWF di Bali. Air adalah sumber kehidupan manusia. Semoga forum WWF ke-10 di Bali ini berjalan sukses dan lancar, dunia bisa mengatasi krisis air untuk semua kebutuhan hidup manusia,” tegas I Gusti Ngurah Sudiana.
Selamat memperingati Tri Suci Waisak 2568 BE/2024 bagi seluruh Umat Buddha.
Merajut Kerukunan
Pernyataan serupa sebelumnya disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Dalam pernyataannya, Menag mengajak umat Buddha menjadikan Waisak sebagai momentum merajut kerukunan setelah beragam dinamika kehidupan sosial yang terjadi pasca pemilihan umum (pemilu).
“Mari jadikan Waisak 2568 BE sebagai momentum merajut kembali kerukunan pascapemilu, setelah dinamika pemilihan presiden dan legislatif,” terang Gus Men di Jakarta, Rabu (22/5/2024).
“Saatnya menjalin sinergi untuk bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan bangsa ke depan,” sambungnya.
Menag mengapresiasi tema peringatan Waisak 2568 BE, yaitu: “Kesadaran Keberagaman Jalan Hidup Luhur, Harmonis, dan Bahagia”. Menurutnya, tema peringatan ini sangat relevan dengan konteks bangsa saat ini. Kesadaran bahwa bangsa ini kaya akan keragaman, sangat penting untuk merawat harmoni dan kerukunan.
“Sebab, kerukunan adalah pra syarat pembangunan,” tagas Gus Men.
Tri Suci Waisak memperingati tiga peristiwa penting yang dilalui Buddha Gautama, yakni Kelahiran Pangeran Sidharta, Pertapa Sidharta menjadi Buddha, dan Buddha Gautama Parinibbana (wafat).
Melalui Waisak, Umat Buddha dingatkan untuk selalu mengenang perjuangan Guru Agung Buddha Gautama dalam menemukan Dhamma Kebenaran Mulia yang membawa umat manusia mencapai kebahagiaan.
Yaitu, kebenaran mulia atas adanya penderitaan, kebenaran mulia atas sebab penderitaan, kebenaran mulia atas jalan lenyapnya penderitaan, dan kebenaran mulia lenyapnya penderitaan. (HS-08)