HALO SEMARANG – Sampah pedagang Pasar Kobong atau pasar Ikan Rejomulyo, Semarang yang tercecer dan berserakan membuat pasar yang berada di Jalan Pengapon, Rejomulyo, Semarang Timur tersebut terlihat kumuh. Seperti yang terlihat Rabu pagi (20/7/2022), sampah terlihat berserakan di sepanjang jalan Bundel menuju Jalan Raden Patah, Kota Semarang. Memang aktivitas pedagang pasar Kobong mulai malam hingga dini hari selalu ramai pembeli. Tapi, saat pagi atau siang tak banyak aktivitas pedagang di pasar tersebut.
Pasar ikan yang aktivitasnya banyak terjadi malam hari ini, disisi lain menyisakan sampah yang berserakan dan menimbulkan bau amis pada lingkungan sekitar pada siang hari.
“Bau sampah menggangu banget, apalagi sampahnya basah bekas menyimpan ikan jadi menyengat amis gitu. Belum lagi kalau turun hujan, sampahnya bisa terbawa arus air sampai di selokan menyebabkan selokan jadi mampet dan otomatis mengakibatkan banjir dan terlihat kumuh,” ujar Prast (41) salah satu warga Kecamatan Semarang Timur yang melintas di Jalan Pengapon, Rabu (20/7/2022).
Dirinya berharap, dinas Lingkungan Hidup atau Dinas Perdagangan bisa membersihkan sampah di sekitar Pasar Kobong. “Karena sangat mengganggu kenyamanan warga atau pembeli yang datang. Belum lagi, takutnya sampah masuk ke selokan dan menyebabkan banjir karena fungsi saluran air pembuangan jadi tersumbat,” katanya.
Senada dengan Prast, warga lainnya, Bayu (35) mengatakan, jika sampah dari aktivitas pedagang sangat menganggu warga. Setiap melewati jalan tersebut terlihat jalanan kotor dan sering basah. “Kalau pagi sampai siang lewat jalan tersebut kerap kotor, ada sampah kantong plastik dan sisa sampah lainnya dari pasar yang dibuang di sembarang tempat,” tandas warga Pengapon ini.
Dirinya berharap, DLH menambah fasilitas tempat pembuangan sampah di lokasi tersebut. “Selain tambah jumlah tong sampah, juga memberikan sosialisasi agar pedagang peduli tentang menjaga kebersihan bersama di lingkungan pasar,” pungkasnya.(HS)