HALO KENDAL – Menyongsong Peringatan Hari Ibu 2022 yang diperingati setiap tanggal 22 Desember, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kendal menggelar bazar UMKM di Stadion Utama Kendal, Sabtu (3/12/2022). Selain bazar, kegiatan juga diramaikan dengan hiburan musik dangdut, dan juga diisi bakti sosial donor darah.
Untuk bazar UMKM, diikuti 40 stand dari berbagai kelompok organisasi wanita. Di antaranya Dharma Wanita, Persit, Bhayangkari, Muslimat, Fatayat, Kosgoro, Iwapi dan organisasi wanita lainnya.
Koordinator bazar UMKM, Mutmainah menjelaskan, digelarnya bazar, untuk menggairahkan kembali para pelaku UMKM, yang sempat terpuruk, ketika masa pandemi Covid-19. “Para pelaku UMKM, khususnya ibu-ibu harus bisa bangkit pasca-pandemi. Sehingga UMKM di Kabupaten Kendal semakin berkembang,” jelasnya.
Menurut Mutmainah, para ibu rumah tangga juga harus kreatif, tidak harus berjualan, tetapi bisa memanfaatkan waktu luang untuk budi daya tanaman produktif untuk ketahanan pangan.
“Dengan demikian akan terhindar dari resesi ekonomi. Harapannya para UMKM bisa maju, sehingga di era yang sulit ini tetap bisa berkembang dan terhindar dari resesi ekonomi,” ungkapnya.
Salah seorang peserta, Cici Sri Winarti, selaku anggota Ikatan Wanita Pengusaha (Iwapi) Kendal mengatakan, dengan mengikuti bazar UMKM, membuktikan bahwa para ibu rumah tangga di rumah pun tetap bisa produktif.
Menurut Cici, sudah bukan zamannya, para ibu rumah tangga, hanya mengurus rumah tangga saja. “Para ibu sebaiknya punya usaha sampingan. Karena di rumah pun, ibu-ibu bisa sambil berjualan secara online. Sehingga tidak ada lagi istilah, ibu-ibu rumah tangga menganggur di rumah. Pasalnya di rumah pun para ibu bisa melakukan sesuatu yang produktif,” ujarnya.
Selain itu, para ibu di rumah, juga bisa budi daya tanaman produktif untuk ketahanan pangan, seperti cabai, terong, tomat dan lainnya. Jadi, lanjut Cici, tidak harus memiliki pekarangan atau halaman yang luas, tetapi bisa menanam dengan media pot atau polybag.
“Tidak ada istilah nganggur, karena banyak hal yang bisa dilakukan ibu-ibu kok. Bisa berjualan atau menanam tanaman yang bermanfaat dan bisa dikonsumsi, bahkan bisa dijual,” tandasnya.(HS)