in

RSSG Ikuti Akreditasi, Bupati Sragen: Semoga Hasilnya Paripurna

Survei lapangan oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP), di Rumah Sakit Umum Daerah dr Soeratno Gemolong. (Foto : sragenkab.go.id).

 

HALO SRAGEN – Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengharapkan Rumah Sakit Umum Daerah dr Soeratno Gemolong  (RSSG), dapat lolos dengan hasil Paripurna, setelah mengikuti akreditasi Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP).

Harapan itu disampaikan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, ketika menerima tim akreditasi, beberapa waktu lalu. Selain sejumlah pejabat Pemkab Sragen, hadir pula manajemen RSSG.

Survei Akreditasi berlangsung 3 hari, diawali perkenalan dan telaah dokumen secara daring pada 2 Maret 2023 lalu.

Proses itu kemudian dilanjutkan dengan peninjauan lapangan, pada 8 dan 9 Maret 2023, dipimpin oleh Ristyani Krisnawati dan Rini Amborowati selaku anggota tim surveyor.

Bupati Sragen dalam sambutannya mengapresiasi atas kinerja dan dedikasi seluruh insan RSSG, dalam memberikan pengabdian dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan segera mendapatkan berita gembira yakni hasil Paripurna. Semoga semua bisa selesai dengan baik. Ayo semuanya kita bekerja dengan ketulusan hati, melayani masyarakat dengan hati. Yang kita kerjakan adalah dengan membuat pasien senang dan selamat,” kata Kusdinar, seperti dirilis sragenkab.go.id.

Ia menuturkan, pendirian RSSG merupakan prakarsa Bupati Sragen Masa Jabatan 2001-2011, Untung Wiyono, yang juga ayahanda dari Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Menurut Kusdinar, saat itu Bupati Sragen, Untung Wiyono, memiliki visi bahwa suatu saat Gemolong dan sekitarnya akan menjadi sebuah kawasan perkotaan.

Menurut Kusdinar, visi tersebut ternyata benar. Dengan perkembangan tersebut, warga Gemolong membutuhkan fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih baik.

“Jika saat itu RSSG tetap menjadi puskesmas, maka tidak mungkin bisa melayani masyarakat yang semakin banyak,” kata dia.

Dalam waktu dekat, Kemenparekraf juga akan membangun Politeknik Pariwisata (Poltekpar) di Ngembat Padas Gemolong.

“Salah satu permintaan Kemenparekraf, adalah jaminan kesehatan, tenaga pendidiknya yang nantinya akan di tempatkan di Gemolong, dan kita punya RSSG,” kata dia.

Ia menambahkan, dengan bertambahnya berbagai sarana penunjang seperti di bangunnya Poltekpar dan industri meubel, dapat menambah perekonomian semakin tumbuh dan berkembang.

Sehingga ratio antara utara bengawan dan selatan bengawan sudah mulai equal (sama) merata disemua lini di Kabupaten Sragen.

Sementara Ketua Tim surveyor akreditasi LARS DHP, mengatakan sangat mengapresiasi penerimaan kunjungan oleh RSSG yang dilakukan dengan gerak cepat.

Namun gerak cepat ini diharapkan tidak hanya akan ada penilaaian akreditasi namun menjadi sebuah budaya dan kebiasaan.

“Kami berharap pelayanan yang dilakukan dan melaksanakan regulasi yang ada di RSGG dapat dilaksanakan dengan cepat pula. Ini harus menjadi kebiasaan. Kemenkes juga ada target-target yang harus dipenuhi oleh semua rumah sakit dalam peningkatan mutu dan keselamatan pasien,” ucapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen, Hargiyanto menyatakan komitmen RSSG dalam melayani masyarakat harus baik dan mengutamakan keselamatan pasien.

“RSSG sekarang telah berkembang menjadi Rumah Sakit besar dan sangat luar biasa. Bukan hanya memiliki gedung yang megah dan besar namun bagaimana peningkatan mutu pelayanan seperti menambah dokter-dokter spesialis baru,” kata dia. (HS-08)

Dilanda Banjir, Warga Pati Ini Tinggal di Rumah Pohon

Serahkan Laporan Keuangan Daerah ke BPK, Bupati Sragen Berharap Kembali Raih Opini WTP