HALO KENDAL – Masyarakat Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal, antusias meramaikan Gebyar Gelar Budaya, Sadranan Sedekah Laut dan Bumi 2022, Minggu (23/10/2022).
Rangkaian acara Sedekah Laut Bandengan, Pasar Malam (12-24 Oktober 2022), Pengajian Umum (20 Oktober 2022), Pentas Dangdut (22 Oktober 2022), Seni Barongan, Karnaval Larung Saji dan Pentas Wayang Kulit siang dan Wayang Kulit Semalam Suntuk (23 Oktober 2022) dan Pentas Campur Sari (24 Oktober 2022).
Beberapa acara telah dibuka dan dihadiri Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki. Sedangkan untuk acara Seni Barongan dan Karnaval Larung Saji dibuka dan dihadiri Bupati Kendal, Dico M Ganinduto.
Dalam acara Karnaval Larung Saji, para peserta menggunakan berbagai busana dan membawa replika kapal dengan hiasan yang menarik.
Tak ketinggalan ibu-ibu dari berbagai RT dan RW menggunakan baju senam dan juga anak-anak dengan busana adat istiadat, juga terlihat gembira membaur dengan para peserta karnaval.
Mereka berjalan dari TPI Bandengan menuju makam Mbah Rancang, untuk mendoakan sesaji yang akan dilarung. Menurut tokoh masyarakat Kelurahan Bandengan, Moh Arfani, kegiatan Sadranan Sedekah Laut dan Bumi sudah turun-temurun dilaksanakan masyarakat Bandengan.
“Alhamdulillah, cukup meriah untuk sadranan kali ini. Keterlibatan warga dalam partisipasi lebih baik daripada sadranan sebelumnya (saat pandemi). Contoh hampir tiap RT se-Kelurahan Bandengan mengeluarkan grup karnaval masing-masing sebagai partisipasi,” ungkapnya.
Namun menurut Arfani, hal yang kurang mendukung karena faktor alam, yaitu air rob yang naik dan jalan rusak yang sedang diperbaiki baik di Jalan Laut maupun Jalan Masjid Bandengan.
Dirinya berharap pembangunan infrastruktur segera diselesaikan pemerintah, sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Juga untuk kegiatan sadran bisa bermanfaat dalam pengembangan UMKM di Bandengan.
Selain itu, harapannya ke depan di samping tontonan dan hiburan, juga dapat dikembangkan berbagai lomba-lomba cabang olahraga.
“Sadranan Bandengan tetap harus dijaga kelestariannya sebagai budaya dan sebagai bentuk syukur atas nikmat rejeki, serta keselamatan yang diberikan Allah,” imbuh Arfani.
Sebelumnya, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengapresiasi solidaritas masyarakat Kelurahan Bandengan, yang secara gotong-royong menyelenggarakan kegitatan sedekah laut yang sudah menjadi tradisi.
“Karena mereka percaya, semua yang diperoleh, rejeki yang didapat selama setahun penuh, adalah semata-mata dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Sehingga acara ini sebagai bukti syukur masyarakat,” ujar Bupati.
“Harapannya, dengan kegiatan yang positif seperti ini, ke depan kesejahteraan para nelayan yang ada di Bandengan bisa lebih baik lagi,” ungkap Dico.
Senada disampaikan Lurah Bandengan, Sutarjo. Menurutnya kegiatan sadranan sudah turun temurun dilaksanakan setahun sekali oleh masyarakat Bandengan, khususnya warga nelayan.
“Ini sudah turun-temurun dari leluhur kita, yang ada dua tokoh Bandengan, yakni Mbah Rancang dan Mbah Jenggot, yang menemukan Desa Bandengan hingga saat ini,” ujarnya.
Harapannya, dengan sedekah laut dan bumi itu, warga Bandengan aman untuk mencari ikan. Sehingga bisa mendapatkan tangkapan yang bagus, mendapatkan rejeki yang berkelanjutan.
“Selain itu, para nelayan juga berharap, supaya kesejahteraannya bisa lebih meningkat,” imbuh Sutarjo.
Setelah sesaji yang dihias dengan replika kapal diarak dengan karnaval, kemudian sesaji dibawa untuk dilarung ke laut dengan menggunakan perahu nelayan. (HS)