HALO SALATIGA – Puncak peringatan Hari Jadi Ke-1.276 Kota Salatiga berlangsung meriah melalui Kirab Budaya Salatiga Beda Festival (Sabet), baru-baru ini.
Ribuan warga memadati sepanjang rute kirab, untuk menyaksikan 100 kelompok peserta yang menampilkan beragam seni, budaya, tradisi, hingga kreativitas masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Salatiga, Pengageng Sasana Wilapa dan Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, serta tamu undangan.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan mengatakan Kirab Budaya Sabet, menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah, sekaligus pengingat akan nilai-nilai yang terkandung dalam Prasasti Plumpungan.
“Dari prasasti inilah kita belajar bahwa kota ini dibangun di atas nilai-nilai kebersamaan, ketenteraman, dan penghormatan kepada sesama. Nilai-nilai itulah yang harus terus kita jaga hingga hari ini. Karena kami percaya, kota yang maju adalah kota yang tidak melupakan asal-usulnya,” kata dia, seperti dirilis salatiga.go.id.
Kirab diawali dengan Prosesi Kirab Agung Prasasti Plumpungan Dumadining Salatiga di Rumah Dinas Wali Kota, meliputi pembacaan Serat Kekancingan Prasasti Plumpungan oleh Rama Wiku Satya Dharma Telaga dan doa lintas agama yang dipimpin KH Noor Rofiq.
Selanjutnya, Wali Kota bersama istri memimpin kirab didampingi jajaran Forkopimda menuju panggung kehormatan.
Barisan kirab diikuti bregada dari empat kecamatan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah se-Kota Salatiga, serta berbagai penampilan Costume Carnival dan mobil hias yang melintasi Jalan Diponegoro, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sukowati, hingga berakhir di Alun-Alun Lapangan Pancasila.
Melalui Kirab Budaya Sabet, Pemerintah Kota Salatiga berharap semangat kebersamaan, pelestarian budaya, dan kecintaan terhadap sejarah terus tumbuh sehingga semakin memperkuat identitas Salatiga sebagai kota yang toleran, berbudaya, dan harmonis.
Wilujengan Nagari
Sebelumnya, Pemerintah Kota Salatiga juga menggelar Wilujengan Nagari, di Museum Salatiga, Jumat (24/7/2026), sebagai wujud syukur sekaligus upaya membumikan sejarah pada peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga.
Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Kota Salatiga, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menegaskan bahwa Wilujengan Nagari bukan sekadar prosesi adat, melainkan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa bersama untuk kemajuan daerah.
“Kegiatan ini merupakan bentuk pengakuan bahwa Kota Salatiga tumbuh dari sejarah, hidup dalam keberagaman budaya, serta memiliki komitmen kuat sebagai Kota Budaya yang melestarikan nilai-nilai luhur warisan leluhur,” kata dia.
Menurut dia, Wilujengan Nagari mengajarkan bahwa modernisasi tidak boleh menjauhkan kita dari akar budaya.
“Di tengah perkembangan zaman, kita harus terus menjaga semangat gotong royong, rasa syukur kepada Tuhan, dan toleransi sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang harmonis,” ujar Wali Kota.
Prosesi Wilujengan Nagari dipimpin Rama Wiku Satya Dharma Telaga, diawali Upacara Panca Yadnya, dilanjutkan Panglukatan atau penyucian Lingga Yoni, Pradaksina mengelilingi Prasasti Plumpungan, dan ditutup dengan Puja Mantra. Para tamu undangan juga disuguhi Tari Bedhaya Swaccha Drajad yang dibawakan Sanggar Brahmastra.
Melalui penyelenggaraan Wilujengan Nagari di Museum Salatiga, Pemerintah Kota juga mendorong penguatan fungsi museum dan kawasan Prasasti Plumpungan sebagai pusat edukasi sejarah, pelestarian budaya, sekaligus destinasi wisata budaya yang merepresentasikan jati diri Kota Salatiga.
Momentum ini diharapkan semakin memperkokoh identitas Salatiga sebagai kota yang harmonis, toleran, dan berbudaya. (HS-08)


