in

Rawat Kesenian Kentrung, Komunitas Jungpara Jepara Berencana Gelar Festival

Diskusi tentang kentrung, dalam dialog interaktif bertajuk “Peran Media dan Seni Tradisional dalam Penyebaran Informasi dan Hasil Pembangunan” di Radio Kartini, Jumat (22/11/2024). (Foto : Jepara.go.id)

 

HALO JEPARA – Komunitas Jungpara Kabupaten Jepara, berencana Desember nanti menggelar festival kentrung pelajar, bukan hanya untuk kompetisi, tetapi juga menguri-uri budaya.

Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Jungpara Kabupaten Jepara, Sarjono dalam dialog interaktif bertajuk “Peran Media dan Seni Tradisional dalam Penyebaran Informasi dan Hasil Pembangunan” di Radio Kartini, Jumat (22/11/2024).

Diskusi dipandu oleh moderator Muhammad Safrudin selaku Subkoordinator Bidang Media Massa Diskominfo Kabupaten Jepara.

Dia mengatakan eksistensi kentrung saat ini semakin mengkhawatirkan, karena kurang dikenal oleh masyarakat.

Namun Jungpara juga punya beberapa upaya untuk melestarikan, termasuk membina anak-anak muda. Walaupun kecil, dia berharap kegiatan tersebut  bermanfaat.

“Kalau bicara kondisi saat ini, lumayan ada peningkatan untuk masyarakat kembali mengenal kentrung dan bulan Desember akan digelar kompetisi festival kentrung pelajar. Sebelumnya melalui beberapa pelatihan singkat akan dilatih dulu berkompetisi,” ungkap Sarjono.

Lebih lanjut Sarjono mengemukakan, berdasarkan riset yang dia lakukan tentang sejarah kentrung, kesenian tradisional ini semula berkembang di dunia pendidikan.

Kentrung dibawakan oleh guru-guru untuk menyampaikan ajaran-ajaran pada muridnya dan agar menarik kemdian dibuat lagu.

Dalam perkembangnya, kentrung lantas dipentaskan di masyarakat. Biasanya di lapangan dan tentu isi tuturnya tentang nasihat kehidupan, tentang hubungan manusia dengan Tuhan.

“Itulah yang kemudian di-create. Kalau sekarang, kentrung itu story telling. Bercerita,” jelas Mbah Jon.

Untuk diketahui, Yayasan Jungpara adalah sebuah komunitas yang berkecimpung di bidang seni budaya Jepara. Tidak hanya seni tradisi, tetapi juga kepenulisan, penerbitan, kriya, blangkon Jepara. Bidang lain, ada karawitan dan wayang kulit.

Heru Purwanto selaku Kabid Komunikasi Diskominfo Kabupaten Jepara, menyatakan bahwa peran Diskominfo Kabupaten Jepara, utamanya pemanfataan media dalam seni tradisional di kegiatan pelestarian seni budaya.

Menurutnya, saat ini seni akan lebih bisa diapresiasi masyarakat jika dikemas dengan kelebihan dari media massa. Tentu didukung dengan teknologi informasi.

“Tapi ketika perform tersebut tidak bisa diterima masyarakat, sehingga untuk mencocokkan perform jam apa hari apa sangat susah. Dengan saat ini peran media massa konsep publisitas, maka apresiasi terhadap seni tradisional dipublikasikan secara masif dan masyarakat akan tahu betul bagaimana menikmatinya, apabila ada kendala jarak dan waktu bisa dieliminasi,” tutur Heru. (HS-08)

Kabupaten Jepara Seleksi Atlet untuk Lomba HUT Ke-53 Korpri Tingkat Provinsi Jawa Tengah

Optimalkan Layanan Kesehatan, Puskesmas Pembantu di Rembang Kini Fokus Tangani Satu Desa