HALO SEMARANG – Dari sekitar 800 desa wisata di Provinsi Jawa Tengah sebenarnya banyak potensi yang bisa dijual untuk menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Bahkan, dari salah satu desa wisata di dalam negeri ada yang berhasil terpilih dari 65 desa wisata di dunia.
Direktur Pemasaran Badan Otorita Borobudur (BOB), Agus Rochiyardi mengatakan, dari 800 desa wisata yang ada di Jawa Tengah sebenarnya tidak kalah dengan wisata di luar negeri dan memiliki landscape yang bagus, adat-istiadat unik dan ritual yang eksotis.
“Sebenarnya itu menggelitik kita bahwa desa wisata itu bisa dijual. Jangan kita hanya bepergian ke luar negeri saja, spending money atau devisa kita terkuras banyak berbelanja ke luar negeri. Nah, sekarang bagaimana kita ingin menarik wisatawan untuk piknik ke dalam negeri. Ini sangat mungkin dengan adanya e- comerce dan internet pangsa pasarnya bisa mendunia. Bahkan, siapa saja akan datang,” ujarnya baru-baru ini saat ditemui disela-sela acara di Semarang.
Selanjutnya, kata Agus, saat ini pihaknya bagaimana mendorong adanya standirisasi desa wisata, sehingga pelaksanaan pelayanan kepada pengunjung yang konsisten sangat penting.
“Dari 800 desa wisata, terdiri dari ada yang telah menjadi wisata mandiri, rintisan, dan desa wisata berkembang,” pungkasnya. (HS-06)