HALO SEMARANG – Potensi yang dimiliki Sendang Kiai Ngerik atau yang sering dikenal sebagai Sendang Bulu Mranggen, di RT 01 RW 05 Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, terus digali dan diangkat sebagai destinasi wisata baru di Kota Semarang.
Dari informasi yang ada, sendang ini kental dengan sejarah Kanjeng Sunan Kalijaga yang mencari kayu untuk pembangunan Masjid Agung Demak. Konon, sendang ini sudah ada sejak abad 15, untuk sekadar tempat istirahat, kegiatan spiritual dan ibadah Sunan Kalijaga beserta muridnya yang bernama Ki Ageng Ngerik.
“Di Mangunsari ini ada 10 sendang, salah satunya Sendang Kiai Ngerik, yang konon dibuat pada abad ke-15,” ujar S Kusdiyarto, tokoh masyarakat Kelurahan Mangunsari, usai acara sarasehan Sendang Bulu Mranggen, Kamis (23/5/2024) malam.
Kusdiaryto menjelaskan, sendang ini masih asri dan dimanfaatkan warga termasuk dari desa sekitar. Di atas sendang, tumbuh pohon bulu yang saat ini sudah sangat sulit ditemukan, pohon inilah yang menjadi tetenger adanya sendang di wilayah tersebut.
“Warga sekitar ada tradisi satu tahun sekali di bulan rajab bersih-bersih sendang atau sadranan, agar mata air yang ada di sendang ini terjaga keasriannya,” tambahnya.
Sendang itu, kata dia, merupakan warisan dari leluhur yakni Kanjeng Sunan Kalijaga ketika mencari kayu untuk Masjid Agung Demak, sekaligus syiar agama Islam di Pulau Jawa. Warga pun berinisiatif mengangkat sendang sebagai potensi wisata alam maupun religi, sekaligus bisa memberdayakan masyarakat.
“Karena kental dengan sejarah, kita ingin coba mengangkat sebagai destinasi wisata baru. Kita buat sebagai tempat nongkrong, dan melibatkan warga untuk membuka angkringan. Harapannya tentu bisa menghidupkan suasana dan menjadi potensi wisata,” paparnya.
Saat pagi atau siang hari, hamparan sawah yang luas bisa dilihat oleh pengunjung. Selain itu jika cuaca cerah, megahnya Gunung Ungaran bisa dilihat dari sekitar sendang yang sudah dibangun gubug nongkrong oleh warga.
“Potensinya sangat besar, support dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk dijadikan tempat wisata atau tempat berkegiatan lainnya dengan memberdayakan masyarakat sekitar,” katanya.
Sementara itu, Lurah Mangunsari, Supriyanto menjelaskan, pihaknya akan menindaklanjuti sarasehan dengan membuat kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Nantinya, diharapkan pokdarwis ini akan melakukan inovasi, untuk mengembangkan wilayah sendang.
Selain itu, pihak kecamatan juga siap memberikan bantuan untuk penataan akses bagi pengunjung serta perbaikan sarana dan prasarana. “Kita akan tindak lanjuti dengan membuat kelompok sadar wisata, kita juga persilakan bengkok yang ada untuk digunakan. Dan kami pun mendukung karena sifatnya bisa memberdayakan masyarakat sekitar,” pungkasnya.(HS)