in

Puluhan Anak Tidak Sekolah di Jepara Lanjutkan Pendidikan

Rapat penyampaian hasil advokasi program PATS, di ruang Command Center kantor bupati. (Foto : Jepara.go.id)

 

HALO JEPARA – Sebanyak 67 dari 131 anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Jepara, saat ini telah kembali ke bangku pendidikan. Mereka berasal dari empat desa percontohan di Jepara, yaitu Desa Tubanan, Tegalsambi, Nalumsari, dan Tulakan.

Dibandingkan rerata nasional, jumlah anak yang kembali ke sekolah tersebut jauh lebih tinggi.

Hal itu terungkap dalam rapat penyampaian hasil advokasi program Penanganan Anak Tidak Sekolah (PATS), di ruang Command Center kantor bupati, Rabu (15/6/2022).

Asisten I Sekda Jepara, Dwi Riyanto, mewakili Penjabat Bupati Jepara, menekankan program PATS wajib mendapatkan perhatian lebih serius dari semua pihak. Jika program ini berhasil, maka kelak diharapkan banyak muncul generasi emas Indonesia dari Bumi Kartini.

“Anak-anak yang putus sekolah dan yang tak sekolah ini, bisa tertangani dengan baik, ini komitmen kita semua,” kata dia, seperti dirilis Jepara.go.id.

Dalam acara tersebut, Kepala Bappeda Jepara, Subiyanto memaparkan progres pengembalian ATS ke sekolah dari empat desa percontohan.

Dia mengatakan dari 131 anak tidak sekolah, 67 di antaranya berhasil dikembalikan ke bangku pendidikan.

“Yang sudah berhasil kita kembalikan ke sekolah itu dari 131 baru 67, jadi separuh,” tuturnya.

Dia memerinci, di Desa Tubahan, dari 53 ATS, 25 di  antaranya sudah kembali bersekolah. Dengan demikian masih ada 28 yang belum berhasil dikembalikan.

Di Desa Nalumsari, dari  41 ATS, sebanyak 16 di antaranya sudah kembali menempuh pendidikan, sehingga masih ada 25 yang belum kembali ke bersekolah.

Untuk Desa Tulakan, dari 19 ATS, 8 di antaranya sudah kembali ke sekolah, atau masih tersisa 11. Adapun untuk Desa Tegalsambi, seluruh ATS yang berjumlah 18 anak, semua sudah kembali ke sekolah.

Dia berharap capaian tersebut bisa lebih ditingkatkan. Sementara desa yang lain pun pihaknya ajak agar dapat segera aktif dan menyusul, diawali dari pendataan anak-anak putus sekolah maupun tidak sekolah.

Dijelaskan dia ada dua program pendampingan yang pihaknya lakukan. Yaitu, Gerakan Yuk Sekolah Maneh, dan Gerakan Remaja Hebat.

Capaian Jepara dalam pengembalian anak ke sekolah itu, juga mendapatkan apresiasi dari perwakilan UNICEF, Yuanita Marini Nagel, yang turut hadir pada rapat tersebut.

Dia mengatakan ini merupakan sebuah prestasi, sebab jumlahnya lebih tinggi dari rerata nasional.

“Pengembalian anak-anak ke sekolah itu termasuk yang lebih tinggi dari apa yang biasanya terjadi secara nasional,” ungkapnya.

Menurutnya, prestasi ini buah dari respons cepat Pemkab Jepara untuk penanganan anak tidak sekolah. Terlebih sudah didukungan adanya rencana aksi daerah. (HS-08)

Dua Atlet Ketapel Junior Jepara, Raih Prestasi di Forda Jateng 2022

Hadiri Pergelaran Wayang Spektakuler, Sekda Jepara Sebut Zona Merah