HALO KENDAL – Imbauan kepada masyarakat untuk belanja cukup dibawa tangan saja, tanpa memakai media tas atau plastik lainnya, disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal Aris Irwanto, kepada awak media, Kamis (2/2/2023).
Aris menyampaikan hal tersebut, di sela-sela acara Rakor Program Kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi OPD Bidang Infrasruktur Kabupaten Kendal, Tahun Angaran 2023, Tentang Pengelolaan Sampah, di Balai Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal.
“Hal sepele yang bisa kita lakukan, yaitu kurangi sampah di produsen atau masyarakat. Sebetulnya itu mudah. Contohnya, pada saat kita belanja, barang yang kita beli cukup kita bawa dengan tangan tanpa harus menggunakan media tas atau plastik lainnya. Itu bisa kita lakukan,” ujarnya.
Menurut Aris, pengeloan sampah, telah diatur dalam Perda Nomor 13 tahun 2012, tentang pertanggungjawaban sampah ada di seluruh elemen. Baik pemerintah daerah, pemerintah desa, dan juga masyarakat.
Sementara terkait pengelolaan sampah di tingkat kabupaten, pihaknya akan merangkul pihak ketiga, yang berkaitan dengan pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA).
“Memang saat ini sudah ada 80 bank sampah, namun itu belum berfungsi normal dan belum maksimal. Karena bank sampah hanya dikelola oleh masyarakat, sehingga perlu dorongan dari kami,” jelas Aris.
Dirinya juga mengungkapkan, salah satu langkah edukasi kepada masyarakat, salah satunya merangkul beberapa sekolah dengan menggelar program Sekolah Adiwiyata.
“Mereka kita harapkan bisa memberikan sesuatu yang lebih kepada masyarkat, dalam mengelola kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah,” ungkap Aris.
Ditambahkan, sementara ini kaitannya dengan sumber daya manusia dan sarana prasarana, pihaknya masih memaksimalkan tenaga kerja dan peralatan yang sudah ada. “Sehingga kami tegaskan, terkait dengan sampah, kami tidak akan menambah jumlah penyapu sampah dan memaksimalkan yang ada,” imbuh Aris.
Pada kesempatan tersebut, dirinya juga menjelaskan produksi sampah di Kabupaten Kendal terus mengalami peningkatan. Menurut Aris, dalam sehari produksi sampah mencapai hingga 410 ton.
“Sehingga kita berdayakan pihak ketiga, bank sampah, dan komunitas peduli lingkungan. Karena yang mampu kita tangani itu hanya sekitar 150 ton sampah,” tandas Kepala DLH Kendal.
Sementara itu, Ketua Biota Foundation, Abdul Aziz mengatakan, pihaknya membantu terkait pemasangan saluran limbah cair ke bak penampungan. “Ya kita membantu terkait lindi yang mengalir ini, karena bronjong ini kan bawahnya terpal jadi bisa bolong. Jadi kita pasangi pralon agar bisa menyalurkan limbah cair ini ke bak penampungan,” ujar Aziz.
Abdul Aziz menambahkan, limbah yang ada di kolam akan difermentasi sehingga tidak menimbulkan bau tidak sedap untuk selanjutnya dilakukan uji laboratorium untuk dijadikan pupuk.
“Kalau hasilnya bagus nanti bisa jadi pupuk dan bisa kita jual. Upaya kami swadaya masyarakat agar limbah cair itu tidak masuk di sungai. Karena orang disekitar sana mau tanam padi sudah gatal-gatal,” imbuhnya.(HS)